Purwakarta Targetkan Warganya Bebas Rastra

Ilustrasi pembagian raskin/ Foto: Acehonline.info

PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menargetkan warganya bebas beras sejahtera (rastra) dengan cara mengoptimalkan program beras perelek.

Bupati setempat Dedi Mulyadi mengatakan jika pemkab  menginginkan agar tidak ada lagi masyarakat Purwakarta yang menerima raskin,.

Ia mengatakan, program beras “perelek” itu harus terus dijalankan. Sebab mempunyai dampak besar dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Beras perelek itu sendiri merupakan beras yang dikumpulkan warga seikhlasnya dengan koordinasi dari setiap pengurus RT. Beras perelek kemudian dikumpulkan di kantor desa masing-masing.  Selanjutnya, beras yang terkumpul tersebut disalurkan ke masyarakat kurang mampu atau masyarakat yang membutuhkan.

“Program beras pelerek ini merupakan cerminan dari karakteristik bangsa Indonesia yang hidup bergotong royong dan berasaskan kekeluargaan,” kata Dedi, Selasa (4/4/2017).

Untuk membebaskan masyarakat dari “ketergantungan” beras rastra atau raskin, Pemkab Kabupaten Purwakarta juga akan meningkatkan subsidi beras melalui bantuan keuangan desa.

Selain itu, juga akan mendorong orang-orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas untuk memiliki keluarga angkat, yakni masyarakat miskin yang ada disekitar mereka.

Bupati juga menginstruksikan seluruh camat dan kades di daerahnya untuk meningkatkan pengembangan program di bidang ekonomi kerakyatan.  Di antaranya dengan melakukan pengembangan bidang peternakan dan industri kreatif, itu bisa disesuaikan dengan kondisi daerahnya masing-masing.

“Kalau semua program itu sudah dijalankan dengan benar, saya yakin tahun depan tidak ada lagi masyarakat Purwakarta yang menerima raskin,” katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Catatan Bidang Perekonomian dan Pembangunan pemerintah daerah setempat, pada tahun ini terdapat 46.582 keluarga penerima manfaat rastra yang tersebar di 17 kecamatan sekitar Purwakarta.

Dari puluhan ribu keluarga penerima rastra yang tersebar di 17 kecamatan, pagunya mencapai 8.384.760 kilogram beras per tahun.

Advertisement