Ramadhan, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Bertahan Hidup dari Bantuan

Ilustrasi Pengungsi rohingya di Bangladesh ambil jatah beras dari badan PBB/ BBC Indonesia

BANGLADESH – Pada  Ramadhan kali ini, sebagian dari 400.000 pengungsi  Rohingya Muslim asal Myanmar di Bangladesh mengandalkan bantuan untuk menopang hidup mereka, terutama yang tinggal di luar kamp resmi.

“Kalau tidak ada bantuan ini, kami sekeluarga kekurangan makan. Padahal sekarang Ramadan, jadi susah sekali tanpa makanan mencukupi,” tutur Aminah, seorang pengungsi Rohingya asal negara bagian Rakhine, Myanmar saat mengambil bantuan makanan dari Bangladesh Social Services (BSS), sebuah LSM yang berkantor di Dhaka, di tengah rintik hujan, seperti dilaporkan BBC Indonesia.

Aminah tinggal di gubuk dadakan di pinggir ladang milik penduduk Bangladesh. Terpal bantuan akan ia gunakan untuk menutupi atap gubuk yang sementara ini hanya terdiri dari dedaunan dan potongan kayu.

Kamp-kamp yang ada sudah tak mampu menampung pengungsi baru dan lembaga-lembaga bantuan skala kecil menyasar pemukiman dadakan pengungsi Rohingya di luar kamp.

”Sebenarnya banyak orang Rohingya yang berada di luar kamp. Tak mungkin membantu mereka yang berada di dalam kamp-kamp terkonsentrasi karena jumlahnya luar biasa banyak. Lebih mudah membantu mereka yang ada di luar kamp.” kata Simson Halder, direktur BSS.

”Jadi kami mengumpulkan informasi dan memberikan bantuan terpal untuk atap gubuk dan paket kebutuhan pokok cukup untuk satu minggu sehingga mereka bisa bertahan di masa sulit seperti ini,” tambahnya.

Dengan donasi dari sejumlah pihak, BSS menyalurkan bantuan kepada 300 kepala keluarga pengungsi Rohingya di tersebar di pinggir-pinggir ladang dan bahkan ada pula yang tinggal di bawah pohon.

Untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK), mereka menggunakan pengairan ladang dan juga laut terbuka.

 

Pengungsi Rohingya adalah mereka yang melarikan diri karena dugaan kekerasan dan penindasaan di Myanmar, negara asal mereka, yang terletak di seberang Sungai Naf dari Cox’s Bazar, wilayah pesisir di wilayah Bangladesh selatan.

Advertisement