Ramadhan Tahun ini Jadi Ramadhan Terburuk Bagi 1.000 Warga Mosul yang Masih Terjebak

Warga Mosul/ reuters

JENEWA – Lebih dari 100.000 warga sipil masih  terjebak di belakang garis ISIS di Mosul di tengah serangan pemerintah yang didukung AS untuk merebut kembali kota Irak.

Badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan pada hari Jumat (16/6/2017)  bahwa Warga sipil ini pada dasarnya dianggap sebagai perisai manusia di Kota Tua.

“Hampir tidak ada makanan, air, listrik, bahan bakar. Penduduk sipil ini hidup dalam situasi  kepanikan yang semakin memburuk karena mereka dikelilingi oleh pertempuran. ”  kata Bruno Geddo, perwakilan UNHCR yang memimpin di Irak.

Warga Mosul  telah menghabiskan Ramadan yang lapar dan ketakutan di bawah pemerintahan ISIS. Ramadan tahun ini adalah yang terburuk bagi penduduk Mosul,

“Kami perlahan-lahan sekarat karena kelaparan, hanya makan gandum berjamur mendidih sebagai sup untuk berbuka puasa saat matahari terbenam” , ungkap salah satu warga,  ayah tiga anak berusia 47 tahun yang  meminta untuk tidak mempublikasikan namanya karena takut akan pembalasan militan tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.

Satu-satunya harapan yang dia buat dalam doanya adalah agar keluarganya bisa bertahan pada hari-hari terakhir pertempuran.

Ratusan orang terbunuh saat mencoba melarikan diri ke jalur yang dikuasai pemerintah, terjebak dalam baku tembak atau ditembak oleh penembak jitu ISIS. Militan ingin warga sipil tetap berada di wilayah yang berada di bawah kendali mereka untuk menggunakannya sebagai tameng dari serangan pemerintah.


Advertisement