JAKARTA, KBKNEWS.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara belum memberikan jawaban terkait sejumlah isu ekonomi yang menjadi perhatian publik, termasuk penyelesaian utang proyek kereta cepat Whoosh dan dividen Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebesar Rp120 triliun.
Hal itu terlihat seusai Suahasil menghadiri Sidang Paripurna DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Saat ditemui awak media, Suahasil memilih tidak menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan.
Pertanyaan wartawan di antaranya menyangkut keputusan Fitch Ratings yang menyesuaikan peringkat utang Indonesia Investment Authority (INA) menjadi BBB dengan outlook negatif.
Ia juga ditanya mengenai penyelesaian utang proyek kereta cepat Whoosh yang mulai dilimpahkan kepada Kementerian Keuangan sejak 15 September 2026.
Selain itu, Suahasil ditanya mengenai Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di perbankan nasional. Ia juga tidak memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai dividen Danantara yang akan disetorkan kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp120 triliun.
Suahasil hanya memberikan isyarat bahwa sejumlah persoalan tersebut akan dibahas dalam agenda rutin Kementerian Keuangan, yakni APBN KiTa, yang rencananya digelar dalam waktu dekat.
Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan selama satu tahun.
Pada Selasa (15/9/2026), Purbaya resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil. Serah terima jabatan berlangsung di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.





