JAKARTA – Ramalan Babu Kalayil akan terjadinya gempa bumi dan tsunami besar yang melanda negara-negara di wilayah Asia sebelum Desember 2017 dibantah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly, mengatakan ramalan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena cakupan dampak bencana yang disebutkan sangat luas dan sulit diterima dalam konsep ilmu kegempaan (seismologi).
Sadly menjelaskan Indonesia merupakan wilayah yang aktif gempa bumi dan memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan. Ia menambahkan BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi.
Menurut Sadly, seperti dikutip Republika, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat, kapan, di mana dan berapa kekuatannya.
Sehingga BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang beredar tersebut. Apabila ingin mengetahui lebih jelas terkait gempa bumi dan tsunami dapat menghubungi kontak center 021-6546316 atau website resmi di www.bmkg.go.id.
Diketahui Babu Kalayil, seorang pria yang mengaku memiliki indera keenam mengirim surat kepada Perdana Menteri India Narendra Modi, September 2017 lalu dan memprediksi gempa bumi dahsyat akan mengguncang Samudera Hindia dan memicu tsunami di tujuh negara di Asia, sebelum 31 Desember 2017.
Surat tersebut juga memperingatkan bahwa 11 negara Asia dapat terkena dampak gempa tersebut, termasuk Cina, India, Jepang, Nepal, Indonesia, dan Afghanistan.





