
RAMALLAH – Pemerintah Palestina di Ramallah telah mengurangi gaji bulanan yang dibayarkan kepada keluarga-keluarga Palestina yang menjadi korban atau dipenjara oleh Israel.
Daoud Shihab, juru bicara gerakan Jihad Islam, dilansir Anadolu mengatakan, “Pemotongan tunjangan untuk keluarga para martir, tahanan, mantan tahanan, dan pegawai negeri di Gaza adalah kejahatan terhadap tanah air Palestina.”
Pada konferensi pers bersama yang diselenggarakan oleh beberapa faksi Palestina dan diadakan di dekat rumah Presiden Mahmoud Abbas di Kota Gaza, Shihab menegaskan: “Tahanan kami di penjara Israel tidak boleh dieksploitasi untuk penilaian poin politik.”
Keputusan Ramallah untuk mengurangi tunjangan bagi keluarga tahanan dan martir, menurutnya secara khusus menargetkan rakyat Palestina dan perjuangan mereka melawan pendudukan.
Para pemimpin faksi lain yang menghadiri konferensi pers hari Kamis (7/2/2019) menuntut agar langkah itu dibatalkan “karena bertentangan dengan prinsip dan etika paling dasar dari rakyat Palestina”.
Dalam perkembangan terkait, Asosiasi Hak Asasi Manusia Al-Dameer, sebuah LSM Palestina, Kamis melaporkan bahwa Ramallah juga telah memotong gaji lebih dari 5.000 pegawai negeri sipil di Jalur Gaza yang dikelola Hamas.
Hingga berita diturunkan, Ramallah belum mengeluarkan pernyataan tentang gaji dan pemotongan gaji yang dilaporkan.




