Ratusan Demonstran Anti-Kudeta Myanmar Dibebaskan

Ilustrasi Para pengunjukrasa prodemokrasi Myanmar menentang aksi kudeta junta militer memasang barikade berupa pakaian dalam dan sarung perempuan untuk menghambat gerak aparat keamanan.

MYANMAR – Televisi  pemerintah Myanmar mengatakan 628 orang yang dipenjara karena memprotes kudeta bulan lalu telah dibebaskan.

Sejumlah saksi mata di luar Penjara Insein di Yangon, Rabu (24/3/2021), melihat ratusan orang, yang  kebanyakan mahasiswa,  keluar dari penjara itu. Para mahasiswa  ditahan pada awal Maret saat berdemonstrasi menentang kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Hingga Rabu, hari ke-51 berturutan sejak kudeta militer, aksi protes masih berlangsung di Myanmar. Ribuan orang di Myanmar kali ini lebih memilih melakukan aksi pemogokan “diam-diam”.

Para aktivis prodemokrasi mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah dan tidak mengurus bisnis apa pun untuk hari itu, sebuah taktik baru yang dirancang untuk menghindari tanggapan militer yang semakin mematikan terhadap demonstrasi harian.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik mengatakan setidaknya 275 orang telah terbunuh oleh pasukan militer sejak kudeta.

Salah satu dari mereka yang tewas adalah seorang ANAK perempuan berusia 7 tahun yang tertembak, Selasa (23/3/2021), ketika sejumlah tentara masuk ke rumahnya di Mandalay, seperti dilansir Reuters.

 

Advertisement