Ratusan Ibu Hamil di AS Terjangkit Virus Zika

Zika disebabkan virus yang dari gigitan nyamuk.Foto:.freemalaysiatoday.com

AMERIKA SERIKAT – Badan Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan bahwa 157 wanita hamil di Amerika Serikat kontinental dan 122 ibu hamil lainnya wilayah sub nasional negara tersebut (terutama Puerto Rico) sudah positif terjangkit virus Zika.

Angka tersebut merupakan lonjakan signifikan dari laporan sebelumnmya yang hanya menyebut 48 kasus di wilayah kontinental dan 65 di wilayah sub-nasional.

Hal ini membuat Presiden Barack Obama meminta Kongres Amerika Serikat untuk menyediakan dana sekitar 1,9 milyar dolar AS untuk pengembangan vaksin, diagnosa yang lebih cepat, dan alat-alat baru untuk membunuh nyamuk yang menyebarkan virus tersebut.

“Kami harus bergerak lebih cepat. Pekerjaan ini harus selesai dalam beberapa pekan mendatang agar warga Amerika Serikat yakin bahwa kami telah melakukan upaya sebaik mungkin untuk mengatasi masalah ini,” kata Obama, dilansir Antara.

Sebelumnya, pihak Senat telah mengesahkan dana sebesar 1,1 milyar dolar AS sementara Majelis Rendah juga mengalokasikan dana 622,1 juta dolar AS dengan memotong anggaran untuk virus Ebola. Tetapi Obama tidak puas dengan keputusan tersebut dan berencana untuk memvetonya.

Berdasarkan kesimpulan CDC, dampak virus Zika pada ibu hamil bisa menyebabkan mikrocefali, sebuah cacat kelahiran dengan tanda ukuran kepala yang sangat kecil dari bayi, dan kelainan otak.

Namun angka kelahiran bayi dengan kecacatan akibat Zika masih berada di bawah angka 12. Negara yang paling banyak terkena kasus mikrocefali adalah brasil dengan lebih dari 1.300 kasus.

CDC akan mengeluarkan laporan mingguan mengenai semua wanita hamil di Amerika Serikat yang berpotensi terkena infeksi meskipun tidak ada tanda-tanda terjangkit virus Zika. Mereka menyatakan bahwa hanya 20 persen wanita yang terjangkit Zika menunjukkan gejala umum seperti demam, gatal, mata merah, dan sakit pada otot.

Hampir semua kasus Zika di wilayah kontinental Amerika Serikat sejauh ini berasal dari warga yang baru saja pulang dari negara di mana wabah Zika berkembang cepat, seperti Brasil. Sebagian di antaranya diduga ditularkan melalui hubungan seksual.

Advertisement