ACEH – Bencana banjir dengan ketinggian air mencapai tiga meter merendam 285 unit rumah pada enam gampong atau desa di tiga kecamatan, Aceh Selatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, mengatakan, sebagian besar dari total 338 kepala keluarga (KK) atau 1.267 orang hingga saat ini memilih bertahan di rumah mereka sejak banjir akibat meluapnya Sungai Gelombang nmenerjang akhir pekan lalu.
“Total yang penggungsi sudah 104 keluarga dengan 402 jiwa. Seperti Lhok Raya di Trumon Tengah ditampung di Kompi Detasemen B Brimob sebanyak 65 keluarga atau 251 jiwa, terdiri dari 14 lansia, 24 balita, delapan bayi, 10 orang sedang menyusui, dan dua orang ibu sedang hamil,” katanya, dilansir Antara.
Ia mengemukakan, terdapat juga warga Lhok Raya yang mengungsi ke rumah saudaranya di dataran lebih tinggi sebanyak 10 keluarga atau 50 orang.
Sedangkan di Gampong Cot Bayu di Trumon Tengah yang mengungsi ke desa tetangga, yakni Jambo Papeun sebanyak 14 keluarga atau 45 orang termasuk delapan balita, dan dua bayi.
“Terakhir warga yang tinggal di Gampong Padang Harapan di Trumon terdapat 15 keluarga atau 56 jiwa mereka mengungsi di kantor camat lama Trumon,” ujar Ahmad.
Ia mengaku, mayoritas air yang merendam wilayah Trumon raya paling rendah setinggi 1,5 hingga 2 meter, seperti Cot Bayu dan Ladang Rimba di Trumon Tengah.
“Dapur umum telah kita dirikan di masing-masing lokasi pengungsian, dan menyiagakan perahu karet di titik-titik lokasi banjir untuk mengevakuasi warga yang mau di pindahkan,” tegas Ahmad.





