
MANDAILING NATAL – Relawan Dompet Dhuafa Waspada Medan, Sumatera Utara bahu membahu bersama masyarakat Mandailing Natal mulai membersihkan lumpur yang memenuhi masjid dan rumah warga, terdampak banjir, Selasa (16/10/2018).
Hal itu disampaikan Sulaiman, Manager Program Dompet Dhuafa Waspada kepada KBK, Selasa. “Hampir 1 meter memenuhi masjid dan rumah warga,” ungkap Sulaiman.
Sebelumnya Dompet Dhuafa Waspada telah menyalurkan bantuan logistic untuk korban bencana banjir bandang di desa Muara Saladi Kec. Ulu Pungkut, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara, (12/10/2018) Pukul 16.45 Wib.
Bantuan yang disalurkan Dompet Dhuafa berupa bahan makan: gula, garam, kopi, telur, minyak goreng, teh bubuk, kentang, kol dan pakaian layak pakai sebanyak 10 goni serta 50 pcs selimut baru.
Dalam bencana ini, kata Sulaiman, tercatat 12 korban jiwa akibat banjir bandang yang terdiri dari 4 anak laki-laki, 8 anak perempuan yang kesemuanya merupakan murid Madrasah yang saat terjadi banjir bandang sedang belajar, bahkan 1 orang siswa perempuan ditemukan terpisah badannya, semuanya sudah ditemukan pada pukul 01.00 WIB
“Jumlah pengungsi 77 KK atau 324 jiwa yang terbagi di dua titik, Hutagodang dan Simangambat,” tambah Sulaiman.
Sarana fasilitas umum yang rusak akibat banjir ini, 1 SD 235, 1 Madrasah, 1 polindes – KB, 1 mck laki-laki, 1 mck wanita. Sedangkan rumah warga yang hanyut 11 rumah hanyut (tidak bersisa lagi), 12 rusak berat, 2 rusak ringan.
Dikatakan Sulaiman, akses menuju lokasi terdampak di Desa Muara Saladi dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Padang Sidempuan selama 4,5 jam, 15 jam dari Medan atau 7 jam dari kota Padang.
Sejauh ini, lanjut Sulaiman, akses air bersih tersedia. Begitula dengan listrik. “Yang susah adalah sinyal untuk berkomunikasi,” jelas Sulaiman.




