Riau Segera Tentukan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla

RIAU – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan pemerintah Provinsi Riau akan menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di Kota Pekanbaru pada Selasa malam ini.

Menurut dia, rapat tersebut digelar karena memperhatikan situasi dan kondisi masuknya musim kemarau dan telah terjadi Karhutla di beberapa kabupaten/kota di Riau.

“Serta telah ditetapkan status siaga darurat bencana Karhutla di tiga kabupaten/kota,” ujarnya.

Pada tahun lalu, status siaga darurat Karhutla Riau juga ditetapkan sejak 19 Februari 2019 dan berlangsung selama sembilan bulan hingga Oktober.

Berdasarkan di situs Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karhutla di Provinsi Riau selama 2019 mencakup area seluas 75.871 hektare (ha), jauh lebih luas dibandingkan cakupan Karhutla tahun sebelumnya.

Tahun 2017 dan 2018 kebakaran hutan dan lahan di Riau berturut-turut mencakup area seluas 6.866 ha dan 37.236 ha.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau tahun ini menimbulkan kabut asap yang menurunkan kualitas udara ke tingkat membahayakan pada September.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, hingga akhir September 2019 jumlah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat kabut asap di Riau mencapai 275.793 orang.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan di Riau pada pertengahan September juga menelan korban jiwa, menyebabkan seorang kakek berusia 69 tahun meninggal dunia di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir.

 

Advertisement