MANADO – 1.000 KK korban banjir bandang Manado 2014 mendapat bantuan dari Kementerian Sosial yang diberikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berupa bantuan isi rumah senilai Rp 3 miliar.
Sebelumnya, korban banjir Manado direlokasi ke Desa Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.
Salah satu penerima, Jengli Susi Wewengka (42) mengaku bahagia dan bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah tersebut.
Menurutnya, kejadian banjir tersebut mengubah hidupnya menjadi tambah miskin. Terlebih sang suami, Muslimin Sanusi (50) hanya bekerja menjadi penjahit dengan penghasilan tidak menentu.
Tidak hanya itu, trauma banjir juga membekas di pikiran anak-anaknya. Setiap kali hujan besar, anak-anaknya begitu ketakutan.
“Mudah-mudahan kami bisa melanjutkan hidup dengan baik disini,” harapnya.
Sementara itu, Mensos Khofifah menerangkan bantuan isi hunian tetap yang diberikannya ini adalah tahap pertama dari target sebanyak 2.054 keluarga.
Setiap KK memperoleh stimulan pembelian kebutuhan peralatan rumah tangga senilai Rp 3juta.
Selain bantuan isi hunian tetap, Kemensos juga memberikan bantuan paket sembako untuk 1.000 KK dengan total nilai bantuan Rp 150 juta.
1.000 KK yang menerima bantuan berasal dari empat kecamatan terdampak banjir yaitu Kecamatan Paaldua (7 kelurahan), Sario (3 kelurahan), Tikala (4 kelurahan), dan Wanea (6 kelurahan).
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga memberikan bantuan santunan ahli waris kepada empat korban meninggal masing-masing sebesar Rp 15 juta, sehingga total sebanyak Rp 60 juta.
“Sejak 2014 hingga saat ini bantuan yang dikucurkan oleh Kemensos telah mencapai Rp 6,34 miliar,” ujarnya, dikutip dari tribunnews, Sabtu (4/2/2017).
Banjir bandang melanda Kota Manado pada 15 Januari 2014 silam. Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan parah sarana dan prasarana di Kota Manado.
Akibat banjir bandang, sedikitnya 18 orang meninggal dunia, 2 orang hilang, 101 rumah hanyut, dan 86.355 jiwa atau 25.103 kepala keluarga mengungsi.





