KOREA SELATAN – Puluhan ribu warga Korea Selatan turun ke jalan kota Seoul, Sabtu (5/11), menuntut Presiden Park Geun-hye untuk mundur karena terlibat skandal politik.
Demonstrasi terbesar sepanjang tahun ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Park meminta maaf melalui televisi di tengah mencuatnya kecurigaan presiden mengijinkan salah seorang teman dekatnya ikut mencampuri urusan negara.
Sekitar 43 ribu demonstran turun ke jalan, demikian perkiraan polisi dilansir XinHua,Sabtu (5/11). Panitia demonstrasi memperkirakan sekitar 100 ribu warga turut bergabung dalam demonstrasi ini.
Melalui siaran langsung televisi, Presiden Park mengatakan bersedia dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus korupsi. Presiden Park juga mengakui bersalah membiarkan teman dekatnya, Choi Soon-Sil untuk terlibat dalam urusan negara namun presiden 64 tahun ini membantah rumor yang mengkaitkan dirinya dan Choi dengan satu kultus keagamaan.
Penyelidikan resmi dilakukan atas dugaan Choi (60) memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Park untuk menyakinkan perusahaan-perusahaan setempat menyumbangkan dana besar ke yayasan nirlaba dan kemudian memanfaatkan dana tersebut untuk keuntungan pribadinya.
Choi telah ditahan secara resmi pada Kamis kemarin dengan tuduhan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan namun warga Korea Selatan menuduh Choi terlibat dalam urusan negara dan mempunyai akses ke dokumen rahasia negara, walaupun tidak mempunyai posisi resmi dalam pemerintahan.
Akibat skandal ini, Presiden Park telah memecah beberapa stafnya, termasuk mantan asistennya, Jeong Ho Seong yang pada Kamis kemarin juga telah ditahan dengan tuduhan membocorkan informasi rahasia.





