Ribuan Muslim Terjebak di Rakhine Utara Kelaparan dan Butuh Bantuan Medis

Ilustrasi Pembakaran rumah rohingya/ AP
MYANMAR – Muslim Rohingya terjebak di  Myanmar mengatakan ribuan orang kelaparan dan membutuhkan perawatan medis di negara bagian Rakhine utara.

Abdulla Mehman, yang bekerja untuk sebuah agen bantuan di Kotapraja Buthitaung, mengatakan bahwa lebih dari 2.000 orang di desanya, Kwan Dine, kehabisan makanan, dan banyak lainnya menghadapi kekurangan.

“Kami tidak diizinkan untuk bergerak dengan bebas, dan orang-orang berjuang untuk bertahan hidup,” kata Mehman kepada Al Jazeera.

Keluarga Rohingya di setidaknya empat desa lainnya di Rakhine utara yakni Kin Taung, Bura Shida Para, Kyar Gaung Taung, dan Sein Daung, juga melaporkan kekurangan pangan dan  mendesak juga  menuduh tentara dan tetangga Buddha melakukan intimidasi, penjarahan, pemerasan dan pencurian ternak.

Laporan tersebut sulit untuk diverifikasi secara independen karena wilayah tersebut berada di bawah penguncian tentara namun laporan saksi sejalan dengan apa yang dilakukan pengungsi Rohingya di negara tetangga Bangladesh kepada Al Jazeera.

Sekitar setengah juta Rohingya diperkirakan tinggal di negara bagian paling barat Myanmar.

“Tolong bantu kami,” seorang wanita Rohingya dari desa Kin Taung, yang berbicara tanpa menyebut nama.

“Kami sakit, tapi kami tidak bisa mencari pengobatan, kami tidak bisa bekerja, dan kami tidak bisa makan.” tambahnya.

Seorang wanita di Kin Taung juga  mengatakan bahwa tentara telah mengancam untuk memperkosa dan membakar rumah-rumah Rohingya, dan memeras uang, makanan dan ternak dari mereka.

Keluarganya harus menyogok tentara agar rumah mereka aman. Suaminya, seorang petani berusia 30 tahun, mengatakan,  “Jika ada Rohingya yang terlihat di jalanan setelah sholat Maghrib [petang], maka kita didenda 200.000 kyat Burma [$ 147]. Jika mereka menemukan ternak, mereka juga mengambilnya. . ” tambahnya.

Advertisement