YOGYAKARTA –Â 1.190 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dibagikan di SMK N 1 Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (4/2/2017).
Sebagian besar KIP diberikan kepada siswa yatim piatu serta anak panti asuhan oleh Presiden Joko Widodo. “KIP ini harus dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah. Bisa untuk seragam, sepatu, buku, dan beli alat sekolah,” ujar Presiden ke para siswa penerima KIP.
Dengan bantuan KIP tersebut, siswa SD bakal memperoleh uang sebesar Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, dan SMA/K Rp1 juta. Uang bantuan itu baru bisa diambil pada ajaran baru, yakni Juni-Juli 2017.
“Pemakaian uang (KIP) hati-hati. Jangan gunakan untuk beli pulsa. Saya juga pesan agar rajin belajar dan tekun beribadah,” katanya, dikutip dari metrotvnews.
Selain membagikan KIP, Presiden membagikan sejumlah sepeda kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan. Disamping itu, Presiden juga memberikan 19 buah laptop ke SMK N 1 Tempel.
Sementara itu Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengungkapkan, pembagian KIP bakal ditingkatkan dari target awal pada 2017. Ia menuturkan, target awal pembagian KIP sebanyak 16,4 juta menjadi 17,9 juta anak.
“Tahun 2017, sebanyak 736 KIP akan didistribusikan untuk anak yatim piatu dan panti asuhan,” tambahnya.
Meski hendak menambah distribusi KIP, anggaran program tersebut tak mengalami penambahan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy, mengatakan, anggaran program KIP 2017 masih sama dengan 2016, yakni sekitar Rp10 triliun.
“Ada penerima KIP yang setengah tahun, ada juga yang setahun. Tapi harapannya KIP yang menjadi program berkelanjutan ini bisa membuat anak-anak tamat SMA atau SMK,” kata dia.





