CARACAS – Ribuan pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro melangsungkan sebuah demonstrasi di Caracas pada Rabu (27/2/2019), mengecam ancaman internasional dari intervensi militer di negaranya yang tengah dilanda krisis.
Mereka berkumpul di ibukota Venezuela, mengibarkan bendera Venezuela dan sosialis, dan tanda-tanda bertuliskan, “lepas tangan Venezuela.”
“Tidak untuk intervensi militer, tentu saja tidak. Kami tidak ingin negara kami diserang,” kata Zulaica Campos, seorang pendukung Maduro.
“Kami tidak akan membiarkan sepatu bot asing menginjakkan kaki di tanah kami,” kata Campos, dilansir Press TV.
Selama akhir pekan, oposisi negara itu, dipimpin oleh Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden Venezuela yang sah pada Januari, gagal membawa bantuan kemanusiaan asing, termasuk yang dari AS melalui perbatasan Kolombia, karena oposisi pemerintah.
Rusia pada hari Jumat memperingatkan bahwa Gedung Putih menggunakan skenario bantuan kemanusiaan sebagai kedok untuk mempersenjatai oposisi negara itu sementara memindahkan pasukannya sendiri lebih dekat ke perbatasan Venezuela dalam persiapan untuk invasi militer.
Maduro juga mengecam langkah itu, menekankan bahwa Trump ingin memfasilitasi perubahan rezim di Venezuela di bawah kedok pembuatan krisis kemanusiaan di sana.
Pada hari Kamis, ia memerintahkan untuk menutup perbatasan Venezuela dengan Brasil dan mengancam akan menutup perbatasan dengan Kolombia juga.
Kekerasan pecah di perbatasan Venezuela pada akhir pekan, setelah militer Venezuela memblokir konvoi bantuan AS.
Pemerintahan Trump telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi di Venezuela pada hari Selasa.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan diakhirinya kekerasan dalam konflik negara Amerika Latin.





