TULANG KUNING – Pencak silat merupakan salah satu budaya yang dapat menjadi wahana pendidikan bangsa, yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa agar bermartabat dan berakhlaq mulia serta menanamkan jiwa patriotisme.
Kompetisi silat tingkat pelajar se-JABODETABEK digelar oleh Dompet Dhuafa bekerjasama dengan IPSI Kabupaten Bogor. Bertempat di Gedung Olahraga Parung, sebanyak 1300 atlet dari berbagai wilayah menyemuti kegiatan yang berlangsung sejak 18 – 20 November 2016.
Melalui kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi wahana untuk menyalurkan bakat pesilat muda untuk mengasah kemampuannya, juga sebagai ajang kompetisi yang sehat tempat uji tanding bagi para calon atlet muda untuk berlaga diajang yang lebih besar. Dalam sambutannya, Herman Budianto menyampaikan komitment Zona Madina dalam mengembangkan silat sebagai budaya asli Indonesia. Riuh redam teriakan supporter menggema didalam GOR, menyemangati para pesilat yang tampil di ajang bergengsi ini.
“Kampung Silat Jampang, adalah salah satu pusat pengembangan budaya silat dibawah Dompet Dhuafa yang berada di Desa Jampang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor. Hingga saat ini, kampung silat Jampang telah membersamai sebanyak 20 perguruan silat dari berbagai aliran, serta menghidupkan 8 jenis usaha rakyat yang berhubungan dengan silat. kami memiliki Jampang Silat Academy sebagai wadah para atlet dalam mempersiapkan diri menyongsong berbagai kompetisi baik dalam negeri dan luar negeri. selain itu, kami membangun Silat Development Centre sebagai pusat riset dan kajian untuk pengembangan budaya silat.” Tegas Herman Budianto selaku Direktur Zona Madina dan Ketua Kampung Silat Jampang.
Kompetisi untuk memperebutkan tempat terbaik ini akan digelar selama 3 hari mulai tanggal 18 – 20 November 2016. Ketua IPSI Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa yang telah menjadi penyelenggara kompetisi ini. “Jampang Silat Competition bukan event kacangan, seluruh system pertandingan sudah sesuai dengan standar nasional IPSI. Tidak banyak kompetisi diluar yang menerapkan sistem penilaian dan penjurian menggunakan standar nasional IPSI“ Tutur Muhammad Khairul.
Jampang Silat Competition memperebutkan piala Gubernur Jawa Barat, piala Bupati Bogor, dan piala bergilir Presiden Direktur Dompet Dhuafa. Besarnya antusiasme perguruan untuk mengirimkan para atlet terbaiknya membuat panitia kewalahan dan terpaksa membatasi jumlah yang akan bertanding. “Kami hanya membuka 4 gelanggang pertandingan untuk kompetisi kali ini. Karena bila peserta tidak dibatasi, akan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk pertandingan”. Tambah Herman.
Kegiatan pembukaan kompetisi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh atlet dan pemimpin pertandingan. Turut hadir dalam upacara pembukaan, Ketua IPSI Kab. Bogor, Ketua Kampung Silat Jampang, Direktur Zona Madina, dan para guru besar dari berbagai perguruan silat. (Hakam El Farizi)



