ASAHAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan menyebut sebanyak 3.871 rumah warga di 11 Kecamatan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terendam banjir.
Banjir terparah berada di Desa Silau Tua Kecamatan Tinggi Raja dan Desa Piasa Ulu Kecamatan Buntu Pane.
Rata-rata ketinggian air mencapai 50 cm hingga 60 cm, dampak banjir juga dirasakan oleh 3 sekolah dasar (SD) dan 5 kantor pemerintahan, ratusan hektar lahan pertanian, baik tanaman padi maupun palawija rusak akibat terdampak banjir.
Kemudian, bencana banjir juga menimbulkan kerugian infrastruktur, seperti jebolnya 8 tanggul, terputusnya beberapa jembatan, drainase, dan sejumlah ruas jalan yang yang terabrasi. Banjir juga mengakibatkan longsor dibeberapa wilayah Asahan.
“Kerugian materi akibat bencana banjir ditaksir sekitar Rp 47 miliar,” kata Kepala BPBD Kabupaten Asahan, Syarifuddin Harahap melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Asahan, Khaidir Sinaga, Kamis (8/11/2017), dilansir Antara.
Khaidir menjelaskan, bencana banjir akibat hujan yang terjadi di hulu sungai di Kabupaten Simalungun.
Selain itu, sejumlah Posko Lapangan, meliputi Posko Kesehatan dan Dapur Umum telah didirikan guna membantu warga yang terdampak banjir, menyalurkan bantuan.




