YOGYAKARTA – 3.900 burung puyuh dan puluhan jenis unggas lainnya mendadak mati di Kecamatan Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta. Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih meneliti dan belum dapat memastikan penyebab kematian tersebut.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulon Progo Sudarna di Kulon Progo, Rabu (20/7/2016) mengatakan belum dapat memastikan kematian disebabkan virus H5N1 atau flu burung.
“Untuk menyimpulkan itu dibutuhkan data dan penelitian yang saksama. Namun demikian, petugas langsung turun ke lapangan setelah mendapat laporan dari masyarakat,” kata Sudarna, seperti dilansir Antara.
Jika masyarakat ada yang meminta vaksinasi terhadap hewan unggasnya, Ia mengaku siap karena ketersediaan vaksin di tingkat kabupaten masih sangat mencukupi.
“Kalau ada yang minta, kami akan turun ke lapangan memberikan vaksin. Tapi hal yang perlu diingat dalam pemberian vaksin adalah menyiapkan pencegahan, bukan untuk mengobati,” kata dia.
Terkait kematian ribuan unggas ini, Sudarna mengimbau lokasi-lokasi peternakan unggas di Kulon Progo untuk mewaspadai virus H5N1 atau flu burung dan mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke pusat kesehatan hewan terdekat bila menemukan unggas mati mendadak.
“Petugas akan datang ke lapangan setelah mendapat laporan. Kami siap siaga untuk melakukan penelitian unggas di tengah masyarakat,” katanya.





