
MOROWALI UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan 875 kepala keluarga (KK) atau 2.904 jiwa terdampak banjir di dua kecamatan di Kabupaten Morowali Utara.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring di Kota Palu, Selasa, menjelaskan banjir merendam empat desa di Kecamatan Petasia Timur dan dua desa di Petasia Barat sejak Senin (24/3) akibat intensitas hujan yang tinggi.
Berdasarkan hasil laporan sementara, kata dia, sebanyak 160 KK atau 490 jiwa terdampak di Desa Ulula’a, 281 KK atau 940 jiwa di Desa Togo, 86 KK atau 313 jiwa di Desa Sampalowo dan 113 KK atau 313 jiwa dan satu bangunan masjid dan sekolah terdampak di Desa Moleono, Kecamatan Petasia Timur.
Sementara itu, sebanyak 30 KK atau 100 jiwa terdampak di Desa Bunta dan 205 KK atau 775 jiwa di Desa Tompira di Kecamatan Petasia Barat.
“Ada 11 kepala keluarga atau 36 orang di Desa Bunta yang mengungsi dan lima orang di Desa Tompira,” ujarnya.
Ia mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat masih berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan asesmen di lokasi.
Ia juga menambahkan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namun aparat desa bersama tim saat ini melakukan pemantauan dan melakukan evakuasi masyarakat ke lokasi yang lebih aman.
Ia mengatakan berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan mendesak bagi warga saat ini adalah kebutuhan logistik, kelambu, terpal, perlengkapan bayi dan air bersih.




