Ribuan Warga Sipil di Irak Meninggal Sepanjang Tahun 2016

Foto Al-Jazeera

NEW YORK – Misi bantuan PBB untuk Irak, UNAMI menyatakan setidaknya 7000 warga sipil tewas di Irak akibat serangan kelompok militan. Selain itu juga akibat konflik bersenjata yang terjadi di negara tersebut.

“Pada 2016, UNAMI mencatat total 19.266 warga sipil menjadi korban di Irak, 6878 diaranya tewas dan 12.388 lainnya menderita luka-luka,” kata UNAMI dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik Selasa (3/1).

UNAMI menyebut angka tersebut tidak termasuk korban di provinsi Anbar pada Mei, Juli, Agustus dan Desember. Ini dikarenakan Departemen Kesehatan Anbar tidak memberikan data yang relevan mengenai jumlah korban di bulan-bulan tersebut.

Perwakilan khusus Sekretaris Jenderal PBBuntuk Irak, Jan Kubis menyatakan, di sepajang tahun 2016, jumlah korban pada bulan Desember realtif rendah. Namun, Kubis menekankan serangan teroris mengalami peningkatan dari penghujung tahun 2016, hinggal awal 2017.

Serangan terbaru diketahui terjadi kemarin, dimana serangan bom bunuh diri menghantam kota Sadr, dan menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai 60 orang lainnya.

“Hal ini, tidak diragukan lagi, merupakan upaya ISIS untuk mengalihkan perhatian atas kekalahan mereka di Mosul dan, sayangnya, warga sipil tak berdosa yang membayar harga,” kata Kubis.

Advertisement