Bersaing dengan suara knalpot bis kota, suara Bang Ali harus lebih kencang agar terdengar oleh penumpang yang ada di dalam bis. Satu-satunya yang Ia punya untuk menghibur penumpang bis kota adalah suara merdunya. Bang Ali kehilangan kedua lengannya, itulah sebabnya tidak ada petikan gitar ataupun irama gendang yang mengiringi alunan lagu dari Bang Ali.
Bang Ali bercerita ke KBK, Senin (21/12/2015), Ia tinggal di bantaran kali Ciliwung. Kali yang menjadi langganan banjir di wilayah Jakarta. Meski berkekurangan, Bang Ali adalah pahlawan di lingkungan tempat tinggalnya. Ialah sebagai penggerak sekaligus penggagas berdirinya posko banjir di sana. Setiap pulang ngamen, Bang Ali menyempatkan dirinya datang ke balai warga yang difungsikan sebagai sekretariat Karang Taruna, sekaligus Posko Tanggap Banjir. Sekarang musim hujan, itu sebabnya Bang Ali harus rajin bolak-balik standby di balai warga.
Masih teringat bagi Bang Ali, musibah banjir yang melanda kali Ciliwung beberapa tahun lalu. Air menggenangi wilayah tempat tinggalnya hingga setinggi dada orang dewasa. Banyak anak-anak, sanak famili, teman, orangtua terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Kelaparan, kedinginan, serta berbagai penyakit menimpa korban banjir saat itu. Hal inilah yang mendorong Bang Ali untuk aktif ikut serta membatu program pemerintah dalam menangani banjir di kali Ciliwung.
Pada tahun 2014 pemerintah mulai melakukan pengerukan di bantaran kali Ciliwung di sekitat tempat Bang Ali tinggal. Pengerukan tersebut dimaksudkan agar kali Ciliwung menjadi lebih dalam dan lebih lebar, sehingga mengurangi risiko datangnya banjir. Selain itu pemerintah juga membuat lubang penghisap air, serta memodali Posko Banjir yang dikelola Bang Ali dan penduduk dengan barang-barang peralatan evakuasi bencana banjir seperti tali tambang, pelampung, dan perahu karet.
Bang Ali merasa sangat bersyukur pemerintah sangat peduli dengan bencana banjir. Rasa syukur itu ditunjukan oleh Bang Ali dengan cara mengajak para pemuda yang bergerak di Karang Taruna serta warga sekitar untuk sama-sama membersihkan kali Ciliwung dari sampah-sampah yang dapat menyebabkan meluapnya air. Keterbatasan fisik yang dimiliki oleh Bang Ali tidak menjadi halangan baginya. Sama halnya dengan warga lainnya, Bang Ali juga ikut mengangkat sampah seperti sampah plastik, bahkan kayu-kayu besar yang mengambang di kali.
Selain menjadi sekretaris posko tanggap banjir, Bang Ali juga menjadi salah satu Pembina Karang Taruna di wilayahnya. Akbar Tri Handoko warga kampung itu dan teman-teman anggota Karang Taruna lainnya sangat hormat dan bangga kepada Bang Ali. Bagi mereka, Bang Ali adalah acuan dan inspirasi mereka untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Tak peduli apa yang kita punya, baik itu harta maupun kesempurnaan secara fisik, jika dilandasi dengan kesadaran dan kepedulian yang tinggi, kita pasti bisa melakukan sebuah perubahan dan membantu sesama,” begitu pelajaran yang dipetik Akbar dan kawan-kawannya dari Bang Ali.





