TEHERAN – Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran akan tetap berkomitmen pada kesepakatan nuklir multinasional meskipun Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mundur dari perjanjian 2015 yang dirancang untuk menolak kemampuan Teheran membangun senjata nuklir.
“Jika kami mencapai sasaran transaksi dalam kerja sama dengan anggota lain dari transaksi, itu akan tetap berlaku. Dengan keluar dari kesepakatan, Amerika telah secara resmi merusak komitmennya pada perjanjian internasional, ”kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.
“Saya telah memerintahkan kementerian luar negeri untuk bernegosiasi dengan negara-negara Eropa, Cina, dan Rusia dalam beberapa minggu mendatang. Jika pada akhir periode singkat ini kami menyimpulkan bahwa kami dapat sepenuhnya memanfaatkan JCPOA dengan kerja sama semua negara, kesepakatan akan tetap ada, ”tambahnya.
Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) adalah nama lengkap untuk kesepakatan nuklir yang terjadi pada tahun 2015 antara Iran, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yakni Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris dan Perancis dan Jerman.
Rouhani meyakinkan rakyatnya yang frustrasi oleh pengangguran yang tinggi dan standar hidup yang stagnan, bahwa keputusan Trump tidak akan berdampak pada ekonomi yang bergantung pada minyak Iran.
“Orang-orang heroik kami tidak akan terpengaruh oleh serangan psikologis ini, kemajuan ekonomi Iran akan terus berlanjut. Orang-orang kami tidak perlu khawatir sama sekali, ”katanya.
Para elit penguasa Iran khawatir akan bangkitnya protes anti-pemerintah pada bulan Januari yang mengungkapkan bahwa lembaga itu rentan terhadap kemarahan rakyat yang dipicu oleh kesulitan ekonomi. Setidaknya 21 orang tewas dalam unjuk rasa.





