BANTEN – RS Mata Achmad Wardi (RSAW) BWI-Dompet Dhuafa menggelar program bakti sosial yaitu skrining dan pengobatan katarak.
Program ini menyasar para nelayan atau masyarakat pesisir yang sangat rentan terkena katarak karena banyaknya paparan sinar UV yang masuk ke mata.
Sudah beberapa kali digelar, program bakti sosial RSAW kembali diadakan dengan sasarannya adalah masyarakat nelayan di Pulau Panjang, Desa Pulo Panjang, Pulo Ampel, Serang, Banten.
Sejumlah dokter dan karyawan RSAW telah berhasil melakukan skrining terhadap 60 warga di Pulau Panjang, pada Rabu (14/08/2024). Dari hasil skrining yang dilakukan, didapatkan sebanyak 28 peserta/pasien yang positif katarak, sehingga perlu mendapatkan penanganan operasi segera.
Selanjutnya, para pasien itu akan segera mendapatkan jadwal operasi agar penyakit mereka sesegera mungkin tertangani.
Kades Pulo Panjang Ratu Bulkis menyampaikan terima kasih atas hadirnya program skrining dan operasi gratis bagi warganya.
Menurutnya, mayoritas masyarakat di Pulau Panjang memang adalah nelayan. Setiap hari, mereka ke laut untuk mencari ikan. Sementara fasilitas kesehatan di Pulau Panjang hanya memiliki Puskesdes. Untuk pengobatan lebih lanjut, warga harus lebih dulu melakukan perjalanan laut menuju kecamatan atau ke rumah-rumah sakit rujukan.
Pada kegiatan skrining ini, para peserta melewati beberapa tahapan pemeriksaan. Yaitu pemeriksaan visus mata (tajam penglihatan), kemudian pemeriksaan slit lamp dan Auto Refrakto Keratometer (ARK), selanjutnya pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, dan terakhir pengukuran biometri untuk menentukan ukuran lensa tanam pada setiap mata.
Salah satu dokter yang bertugas melakukan skrining pada kegiatan ini, dr. Ardi Rahmansyah mengatakan, pihak RSAW selanjutnya akan segera menentukan jadwal operasi terhadap masing-masing pasien.
Ia juga menegaskan bahwa pengobatan ini sepenuhnya gratis. Bahkan selain biaya operasi dan pengobatan, pihak RSAW juga akan memfasilitasi biaya lainnya, seperti transportasi, konsumsi, hingga akomodasi. Pasien hanya perlu menyiapkan keberanian untuk sembuh.
“Ini menjadi komitmen kami untuk memberantas katarak dan mengurangi risiko kebutaan, khususnya di Banten,” terang dokter umum RSAW itu.
Program bakti sosial ini merupakan hasil dari pengelolaan wakaf secara produktif oleh Dompet Dhuafa terhadap rumah sakit berbasis wakaf ini. Surplus rumah sakit ditambah zakat dari para karyawan dan donasi dari masyarakat merupakan sumber dana untuk pengobatan gratis ini. Sasaran penerima manfaatnya tentu adalah yang memiliki keterbatasan dalam pembiayaan pengobatan.
dr. Pradipta Suarsyaf, Direktur Utama RSAW mengatakan pihaknya senantiasa memberikan pelayanan klinis dengan nuansa islami, serta mengutamakan mutu dan keselamatan setiap pasien.





