PURWOREJO – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan melakukan relokasi terhadap belasan rumah di lokasi longsor dan rentan longsor di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
“Kemungkinan relokasi untuk 19 unit rumah yang terdampak longsor. Juga harus dilihat kemungkinan kerentanan di sekitar wilayah itu,” katanya di Purworejo, Selasa (21/6/2016).
Khofifah beranggapan relokasi merupakan satu opsi bagi wilayah yang rentan bencana alam seperti longsor. Opsi tersebut juga diberlakukan di Banjarnegara serta Subang yang juga mengalami tanah longsor.
“Relokasi merupakan antisipasi dari ancaman kemungkinan rumahnya tertimbun tanah longsor,” katanya, dilansir Antara.
Terkait hal ini, Bupati Purworejo Agus Utomo saat dihadapan ahli waris korban meninggal tanah longsor meminta agar mereka mau direlokasi.
“Saya berharap untuk tidak tinggal lagi di tempat tersebut. Tentunya dipindahkan ke tempat yang aman karena memang tanahnya rentan. Saya berharap dapat pindah nanti kita bangunkan rumah di tempat yang lebih aman,” kata Agus.
Data sementara, bencana longsor yang melanda Purworejo pada Sabtu (18/6/2016) telah memakan korban tewas sebanyak 36 orang dan 19 orang hilang, serta belasan lainnya luka-luka. Kini Purworejo ditetapkan masa tanggap darurat 30 hari sejak Minggu (19/6/2016) hingga 18 Juli 2016.




