AMBON – Wardi (37), salah satu warga Ambon yang terdampak gempa menuturkan jika rumahnya hancur akibat guncangan gempa 6,5 SR pada Kamis lalu.
Ketika gempa datang, dia sedangpergi ke kebun. Anak pertamanya masih baru saja masuk kelas untuk belajar di sekolah. Istri dan anak keduanya, menunggu di rumah.
Tiba-tiba getaran datang, bunyi keras seperti ledakan membuat istri Wardi panik. Naluriah, istrinya langsung membawa anaknya keluar. Entah bagaimana, dalam hitungan detik, rumahnya roboh, utuh satu rumah tanpa ada sisa yang berdiri.
“Saya masih di jalan, masih pagi dan istri dan anak di rumah. Terguncang saya bersama teman-teman, jalan terbelah. Ketika saya pulang, rumah sudah roboh. Alhamdulillah semua keluarga saya selamat,” terang Wardi, dilansir laman dompetddhuafa.org.
Kini, tenda kecil sederhana berukuran 4×10 dan berbahan terpal menjadi hunian sementara Wardi dan keluarga, yang juga dihuni 3 keluarga lainnya.
“Kita huni sama-sama dengan keluarga besar. Sekitar empat keluarga yang menghuni tenda,” terangnya.
Kehilangan rumah ini bukan satu-satunya kepiluan yang dialami Wardi, karena kapal yang jadi alat mencari nafkah, juga hanyut ketika gelombang air yang sempat bergejolak saat gempa.
“Tujuh tahun saya melaut dengan kapal itu. Semua alat ada di sana. Tapi bagaimana kalau takdir Allah berkata demikian. Saya cuma harapkan agar kapal itu ditemukan oleh nelayan lain, bisa dimanfaatkan berlaut kembali,” akunya.





