BOGOR – Sebanyak 57 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 198 jiwa di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor terpaksa mengungsi karena rumahnya terdampak pergeseran tanah.
Kebanyakan dari mereka mengungsi di gedung SDN Gununhbatu. Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan memastikan penanganan para pengungsi berjalan maksimal.
“Langkah cepatnya bagaimana menyiapkan tempat pengungsian. Tadi saya lihat di SD, kami cek makan dan logistik untuk para pengungsi dan insya Allah aman. Kami lihat juga bantuan yang sudah sisiapkan, BPBD sudah turun, bantuan baik itu tempat tidur, selimut sudah disiapkan. Dan ini tidak akan selesai sampai di sini. Dari Dinsos juga sudah menyiapkan makan dan minum untuk yang mengungsi, kami pastikan tidak akan ada kekurangan,” kata Iwan saat meninjau lokasi bencana, Selasa 16 November 2021, dikutip Sindonews.
Iwan menambahkan nantinya Pemkab Bogor bakal melakukan kajian dengan melibatkan ahli untuk mengetahui apakah lokasi tersebut masih layak ditinggali atau tidak.
“Langkah menengahnya kita akan siapkan huntara (hunian sementara). Alhamdulillah dari DPKPP sudah turun dan tempatnya sudah ada. Jadi untuk huntara sudah pasti. Karena yang ngungsi juga mungkin bisa seminggu lebih, kita juga tidak mau mengganggu kegiatan belajar di SS. Jadi huntara akan dibangun untuk sekitar 200 orang,” ungkap Iwan.
Jika hasil kajian menunjukkan lokasi pergeseran tanah tidak lagi aman untuk ditinggali, Pemkab Bogor akan menyiapkan langkah untuk relokasi dengan membuat hunian tetap. Rencana ini l, sedianya akan segera dirapatkan bersama para ahli pada Rabu (17/11/2021).
“Kalau tidak aman ditinggali, kita ada alternatif membuat huntap. Alhamdulillah di sini kita ada tanah Pemda. Itu di atas yang rencananya untuk SD Gunungbatu akan dikaji juga apakah bisa dijadikan huntap. Ada sekitar 5.000 meter. Nanti bisa ditukar atau bagaimana. Besok kita akan rapat,” tutupnya.





