JAKARTA – Rusia menyatakan bersedia melakukan 48 jam ‘jeda kemanusiaan’ di Aleppo, Suriah. Dalam akun twitternya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan akan memperkenalkan ‘jeda kemanusiaan’ pertamanya minggu depan.
Sekjen U.N. Staffan de Mistura mengatakan, jeda kemanusiaan harus disertai bantuan kemanusiaan. Selama serangan terjadi, sedikitnya ada empat kota terkepung dan belum mendapat bantuan.
Kota itu adalah Foua dan Kefraya di Provinsi Idlib serta kota Madaya dan Zabadani di dekat Damaskus. Kata perwakilan WHO di Damaskus Elizabeth Hoff sebanyak 16 pasien di Madaya dan 15 pasien di Foua menunggu evakuasi media.
“Saya harap, pemerintah akan berkerja sama dengan kelompok oposisi untuk mendapatkan evakuasi secepatnya,” kata Hoff seperti dikutip Reuters (19/08/16)
Pada jumat lalu, 12 Agustus serangkaian serangan udara menghantam satu-satunya rumah sakit wanita dan anak di kota Kafr Hamra. Serangan itu, mengakibatkan dua orang pegawai, termasuk seorang perawat tewas.
Fasilitas kesehatan kerap menjadi sasaran selama perang sipil di Suriah sejak 2011 lalu. Serangan paling parah terjadi pada bulan Juli kemarin, setidaknya 43 fasilitas kesehatan di area oposisi dihancurkan.





