SURIAH – Rusia dan Cina memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan yang segera diberlakukan di provinsi Idlib, Suriah barat laut.
Proposal itu, yang diajukan oleh Kuwait, Jerman, dan Belgia, akan menuntut diakhirinya semua permusuhan di kantong terakhir Suriah yang dikuasai oposisi tanpa kecuali.
Resolusi tersebut menyerukan diakhirinya permusuhan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dari situasi kemanusiaan yang sudah bencana di gubernur Idlib dan akan berlaku mulai 21 September siang.
Pemungutan suara lanjutan atas rancangan resolusi Rusia dan Cina mengenai Idlib gagal mengumpulkan satu suara dalam dukungan selain yang dilakukan oleh para sponsornya. Sembilan negara memilih menentang langkah itu, dan empat abstain.
Itu akan memungkinkan operasi militer yang sedang berlangsung melawan “teroris” dan kelompok-kelompok lain yang dilarang oleh PBB.
“Tidak seperti draf yang lain,” kata utusan Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, sebelum pemungutan suara.
“Teks kami dicirikan oleh pendekatan kemanusiaan yang eksklusif dan tidak mengandung bagian-bagian yang dipolitisasi,” tambahnya, dilansir Anadolu.




