Rusia dan Ukraina Sepakat Tukar 1.200 Tawanan dalam Perundingan Damai di Turki

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) urung bertemu Presiden Ukraina Voldymyr Zelenskyy dalam dialog damai di Istanbul, Turkiye, Kamis 15/5 (foto:AFP)

JAKARTA, KBKNews.id – Delegasi dari Rusia dan Ukraina kembali melangsungkan pertemuan damai putaran ketiga pada Rabu malam (23/7/2027) waktu setempat, di Istana Ciragan, Istanbul, Turki. Salah satu hasil utama dari pembicaraan ini adalah kesepakatan untuk kembali melakukan pertukaran tahanan.

Delegasi Rusia dipimpin oleh Ajudan Kepresidenan Vladimir Medinsky, sementara Ukraina diwakili oleh Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, Rustem Umerov.

Seusai pertemuan, Medinsky menyampaikan bahwa kedua negara sepakat untuk menukar masing-masing 1.200 tawanan perang.

Ia juga mengungkapkan bahwa Rusia telah mengembalikan 7.000 jenazah tentara Ukraina yang gugur, dan masih ada 3.000 jenazah lagi yang siap dikembalikan.

Dalam perundingan tersebut, Rusia mengusulkan pembentukan tiga kelompok kerja secara daring bersama Ukraina yang akan fokus pada isu-isu politik, kemanusiaan, dan militer.

Namun, menurut Medinsky, pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum akan digelar sampai proses-proses teknis yang ada terselesaikan terlebih dahulu.

Presiden Zelensky, melalui media sosial X, mengonfirmasi bahwa pertukaran tahanan tahap kesembilan telah dilaksanakan hari itu, mencakup lebih dari 1.000 warga Ukraina, termasuk mereka yang sedang sakit parah dan mengalami luka berat.

“Sangat penting bahwa pertukaran tersebut terus berlangsung,” tulis Zelensky, dikutip Xinhua.

Dalam sambutannya pada pembukaan perundingan, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mendorong kedua pihak untuk melakukan negosiasi yang berfokus pada hasil konkret, dengan tujuan utama mewujudkan gencatan senjata dan mengakhiri perang yang telah menyebabkan penderitaan besar.

“Tujuan kami adalah untuk mengakhiri perang berdarah ini, yang telah menimbulkan kerugian besar, sesegera mungkin,” tutur Fidan.

Perlu diketahui, dua putaran perundingan sebelumnya juga telah digelar di Istanbul pada 16 Mei dan 2 Juni. Meskipun telah menghasilkan pertukaran ribuan tawanan dan jenazah tentara, sejauh ini perundingan tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya menghentikan konflik bersenjata antara kedua negara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here