Rusia Hentikan Bombardir Aleppo

Serangan Udara
Ilustrasi, Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

LEBANON – Pesawat-pesawat tempur Rusia dan Suriah akan menghentikan pembomanan di Aleppo selama delapan jam hingga Kamis (20/10/2016) dan menyebutnya sebagai “jeda kemanusiaan”.

Sebelumnya, serangan udara yang intensif selama seminggu terakhir, telah menewaskan puluhan orang, termasuk 14 anggota dari satu keluarga.

Menteri luar negeri Rusia, Sergey V. Lavrov, mengatakan pada konferensi persnya Selasa kemarin, bahwa ia akan melakukan pembicaraan untuk akhirnya memisahkan milisi Al Nusra dari Qaeda, dari kelompok-kelompok oposisi bersenjata yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Tapi pemimpin pemberontak cenderung untuk menolak permintaan itu, dan para pejabat PBB mengatakan bahwa mereka tidak menerima pemberitahuan terlebih dahulu dari Rusia tentang jeda dalam pemboman itu, sehingga badan-badan kemanusiaan tidak dapat mempersiapkan pengiriman bantuan, dan warga sipil pun tidak bersiap untuk dapat melarikan diri.

Tenaga medis, warga dan aktivis di distrik yang dikuasai pemberontak mengatakan mereka tidak percaya tawaran Rusia. Kelompok kemanusiaan menyatakan ragu bahwa jeda akan cukup lama dan memungkinkan bantuan akan sampai kepada warga sipil yang terperangkap.

Abdelkafi al-Hamdo, seorang aktivis guru dan antipemerintah di Aleppo timur, mengatakan, “Rusia membunuh banyak warga Suriah secara brutal. Mereka berpura-pura menjadi manusia dengan meminta gencatan senjata. Mereka mempersiapkan senjata mereka untuk membunuh orang lain setelah gencatan senjata. Ini gencatan senjata bukan untuk kita sebagai orang Aleppo,” ungkapnya, seperti dilansir New York Times, Rabu (19/10/2016).

Advertisement