Rusia: Israel Luncurkan 70 Rudal di Suriah

Ilustrasi/ ISt

MOSKOW – Kementerian pertahanan Rusia mengatakan serangan Israel di Suriah dilakukan melalui 28 pesawat dengan total sekitar 70 rudal yang ditembakkan.

“28 pesawat F-15 Israel dan F-16 digunakan dalam serangan itu, yang melepaskan sekitar 60 rudal udara ke darat di berbagai bagian Suriah. Israel juga menembakkan lebih dari 10 rudal taktis darat ke darat, ”kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan Kamis (10/5/2018), yang dikutip oleh kantor berita Interfax.

Rusia mengatakan sistem pertahanan udara Suriah menembak jatuh lebih dari setengah rudal, sementara tingkat kerusakannya masih sedang dikaji.

“Lokasi kelompok-kelompok bersenjata Iran dan juga posisi pertahanan udara tentara Suriah di daerah sekitar Damaskus dan di selatan Suriah diserang,” kata kementerian itu. Israel melakukan serangan setelah mengatakan sekitar 20 roket ditembakkan dari Suriah pada pasukannya di Dataran Tinggi Golan yang diduduki semalam.

Pada Kamis, deputi menteri luar negeri Rusia Mikhail Bogdanov menyerukan pengendalian diantara keduanya, menambahkan bahwa Moskow khawatir pada perkembangan serangan yang meningkat.

Serangan  terjadi sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pembicaraan di Moskow dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang negaranya telah memberikan dukungan militer dan diplomatik besar-besaran kepada rezim Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil Suriah selama tujuh tahun.

Pada pertemuan itu Putin juga menyatakan “keprihatinan mendalam” atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 pada hari Selasa, keputusan Netanyahu didukung.

Netanyahu telah mengatakan kepada Putin bahwa “itu adalah hak setiap negara, tentu saja hak Israel, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri dari agresi (Iran))”.

Israel juga memperingatkan Rusia tentang serangannya pada Kamis terhadap beberapa sasaran di Suriah.

“Orang-orang Rusia diberi tahu sebelum serangan kami dengan mekanisme yang sudah ada yang kami miliki,” kata Letnan Kolonel Jonathan Conricus kepada wartawan tanpa merinci.

Advertisement