Rusia Perkuat Pertahanannya di Arktik

Rudal balistik hypersonic Oreshnik milik Rusia. Rusia tak mau kalah dengan rencana Presiden AS Donald Trump untuk ambil alih Greenland dengan memperkuat militernya di Arktik (Reuters)

RUSIA akan memperkuat kemampuan pertahanannya di Arktik sebagai respons ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih pengawasan Greenland di kawasan yang kaya mineral itu.

Jubir Kemlu Rusia Maria Zakharova seperti dikutip ANTARA dari Anadolu (15/1)  mengatakan, Moskwa mendukung China dan membantah aktivitas negaranya di kawasan Arktik bakal memicu ketegangan.

“Kami bertekad mempertahankan posisi di wilayah Arktik dan melanjutkan kebijakan kami untuk memperkuat kedaulatan nasional di zona Arktik.

Zakharova menyebutkan, pertama-tama, Rusia akan meningkatkan kemampuan pertahanan dan infrastruktur Jalur Laut Utara negaranya.

Ia juga menggarisbawahi langkah AS menetapkan Greenland sebagai wilayah kepentingannya dengan melontarkan narasi yang tidak berdasar tentang ancaman Rusia.

“Kami setuju dengan posisi China terkait penolakan rujukan AS terhadap aktivitas tertentu Rusia dan China  di sekitar Greenland sebagai alasan untuk peningkatan ketegangan saat ini,” katanya.

“Kami juga yakin bahwa peningkatan ketegangan yang

muncul di wilayah Arktik adalah konsekuensi langsung dari tindakan Aliansi Atlantik Utara (NATO),” tambahnya.

Jalur negosiasi

Zhakarova mendesak agar setiap perbedaan pandangan mengenai Greenland diselesaikan melalui negosiasi sesuai dengan hukum internasional dan dengan mempertimbangkan kepentingan penduduknya.

Menurut Zakharova, NATO telah mengubah wilayah Arktik menjadi arena persaingan geopolitik dan menggunakan cara militer untuk memperkuat posisinya.

“Mereka (AS) sendiri yang pertama kali menciptakan gagasan bahwa ada negara tertentu yang disebut agresor, dan kemudian mereka sendiri yang menciptakan gagasan bahwa mereka siap melindungi salah satu pihak yang dituduh agresor,” ujarnya.

Zakharova memperingatkan Eropa, setiap upaya untuk     meningkatkan ketegangan di Arktik dan menciptakan ancaman bagi keamanan Rusia – anggota penuh komunitas Arktik, akan memiliki konsekuensi serius.

“Dapat dipahami bahwa setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik, terutama di bidang keamanan, tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan memiliki konsekuensi yang luas,” tegasnya.

Sebelumnya AFP melaporkan (15/1) Perancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia  mengirimkan militernya dalam misi

pengintaian ke ibu kota Greenland, Nuuk.

AS ingin  kendalikan Greenland

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social, Washington membutuhkan kendali atas Greenland untuk sistem pertahanan udara dan sistem pertahanan anti rudal Golden Dome yang direncanakannya.

Greenland adalah bagian dari Denmark sebagai wilayah otonom. Pada 1951, Washington dan Kopenhagen, selain komitmen aliansi NATO mereka, menandatangani perjanjian pertahanan.

Berdasarkan perjanjian ini, AS berkewajiban untuk membela pulau tersebut dari kemungkinan agresi, namun kini, sikap ambisius Presiden Trump untuk mengambil alih pengendalian atas Greenland juga menuai penolakan di mitra-mitranya di Eropa.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here