Rusia Selidiki Penyebab Kematian Misterius di Irkutz

Kebocoran di laboratorium penyakit pes di Irkutz, Rusia diduga penyebab laboran peremmpuan berusia 29 tahun. (foto: Pixabay.com)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 6/10 – BADAN Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, otoritas Rusia telah mengidentifikasi setiap orang yang melakukan kontak dengan pekerja lab. di institut penelitian pes di Irkutz, Siberia selatan yang meninggal dengan penyebab belum diketahui.

WHO seperti dilaporkan Reuters (6/10) menyebut orang-orang tersebut kini berada dalam pemantauan medis dan sejauh ini belum ada yang menunjukkan gejala penyakit.

“Seluruh kontak pasien dilaporkan telah diidentifikasi dan sedang dipantau untuk mengetahui adanya penyakit. Hingga saat ini, tidak ada yang menunjukkan gejala penyakit,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier.

WHO tunggu respons resmi Rusia

Lindmeier mengatakan WHO telah meminta informasi kepada pemerintah Rusia mengenai kasus tersebut, namun, hingga Selasa, otoritas Rusia belum memberikan tanggapan resmi terhadap permintaan WHO.

WHO tetap mengikuti perkembangan penyelidikan, termasuk kemungkinan bahwa pes pneumonik menjadi penyebab kematian pekerja tersebut.

Kasus itu menarik perhatian internasional setelah seorang pekerja di institut penelitian pes Rusia di Irkutz, Siberia selatan meninggal dunia dengan penyebab yang belum dapat dipastikan.

Sebelumnya, pemerintah daerah Irkutsk menyatakan perempuan tersebut didiagnosis mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

Otoritas kesehatan Rusia juga mengatakan sejauh ini belum ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaannya dalam sampel biologis korban. Dengan demikian, dugaan keterkaitan kematiannya dengan pes pneumonik masih berada dalam tahap penyelidikan.

Telegraph. Donald Trump tandatangani peraturan penggunaan istilah Super Intelligence (SI), menggantikan Artificial Intelligence (AI), Rabu (30/9/2026).

Rusia sambut tawaran Trump

Dalam perkembangan terpisah, Kremlin menyatakan Rusia menyambut tawaran bantuan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kematian pekerja laboratorium tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia mengapresiasi tawaran itu.

Dilaporkan Reuters dari Moskwa pada Selasa, Peskov mengatakan penanganan kasus berada di bawah kewenangan badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor. Lembaga tersebut akan memberikan informasi tambahan apabila perkembangan baru tersedia.

Menurut Peskov, Rospotrebnadzor juga terus memantau situasi setelah kematian pekerja laboratorium tersebut.

Trump sebelumnya mengatakan AS siap membantu Rusia menghadapi persoalan tersebut.

Pemerintah AS juga menyatakan sedang mengikuti kasus itu dengan cermat di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan pes peneumonic.

Belum ada indikasi penularan

Pernyataan terbaru WHO menunjukkan sejauh ini belum ada tanda penyakit pada orang-orang yang diketahui melakukan kontak dengan pekerja laboratorium yang meninggal.

Informasi ini penting karena pes pneumonik merupakan salah satu bentuk penyakit pes yang dapat menular dari manusia ke manusia.

Meski demikian, WHO belum menyatakan bahwa pekerja tersebut memang terinfeksi pes pneumonik.

Penyebab kematiannya masih belum dipastikan, sementara otoritas Rusia melanjutkan penyelidikan, sementara WHO juga masih menunggu informasi resmi dari Rusia untuk memverifikasi hasil pemeriksaan dan perkembangan kasus tersebut.

Semoga kasus ini tidak menjadi awal terjadinya pandemi global seperti terjadi pada Covid-19 bermula dari kasus di China yang dengan cepat memapar penduduk di bagian dunia lainnya. (Reuters/Kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here