S.O.S! Dokter dan Perawat

Tiga sosok martir pejuang melawan Covid-19 di antara 61 dokter dan puluhan petugas kesehatan lainnya. Selain penghargaan dan santunan, pemerintah harus meningkatkan upaya menjaga keselamatan mereka yang masih bertahan hidup.

BISA dibayangkan yang bakal terjadi jika di tengah perang melawan  laju sebaran Covid-19 yang cenderung meningkat, para dokter dan tenaga medis lainnya yang berada di front terdepan meninggalkan gelanggang.

Sampai Minggu (12/7), sudah tercatat 61 dokter yang  gugur akibat Covid-19,  termasuk empat orang pada hari yang sama yakni di Gresik, Lamongan, Surabaya (Jatim) dan Labuhan Batu Utara (Sumut).

Di antara para dokter pejuang garda terdepan perang melawan Covid-19 yang meninggal, ada yang dalam kondisi hamil, bahkan suami-isteri, kakak beradik yang seprofesi dokter, atau dokter yang kedua orang tuanya petugas medis.

Tidak hanya dokter, Ketua Umum Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengungkapkan, sampai hari ini sudah tercatat 39 anggotanya yang gugur, mayoritas berstatus PDP atau yang hasil tes specimen mereka belum diterbitkan.

Menurut dia, penyebab kematian para penggawa kesehatan tersebut antara lain akibat kelelahan, minimnya alat pelindung diri (APD) dan banyak diantaranya terpapar oleh pasien terutama yang tanpa gejala (OTG).

Sejauh ini sudah ratusan perawat atau tenaga medis di berbagai RS di tanah air yang dikonfirmasi terpapar Covid-19 dan angka korban terpapar di kalangan mereka, kabarnya tertinggi di Asia, bahkan dunia.

Kabar teranyar, 25 tenaga kesehatan yang sedang mengikuti pendidikan di Fakultas Kedokteran Dr. Moewardi, Solo dikonfirmasi terpapar Covid-19.

Jadi, sepantasnya pemerintah memberikan perhatian lebih pada para dokter dan tenaga medis lainnya, termasuk segera membayarkan santunan yang menjadi hak dan yang lebih penting, juga keperdulian atas keselamatan mereka.

Jika sampai mereka patah semangat sehingga mengalami demoralisasi, beramai-ramai meninggalkan “front terdepan” melawan Covid-19, siapa yang akan menggantikannya?

Advertisement