
DHAKA – Seorang pejabat polisi di Dhaka mengatakan seorang profesor dari universitas di distrik Rajshahi Bangladesh, sekitar 256 km barat laut ibukota Dhaka dibantai di tengah jalan oleh orang yang tak dikenal.
Menurut pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, Profesor AFM Rezaul Karim Siddiquee diserang orang yang tak dikenal Sabtu pagi (23/4/2016).
Dia mengatakan, penyerang berjumlah 2 orang naik motor, tiba-tiba menyerang profesor dengan senjata tajam, sekitar 07:30 waktu setempat.
Mereka memenggal kepala profesor ketika ia menunggu bus di dekat kediamannya di Rajshahi, sebuah kota di utara-barat Bangladesh, lanjutnya.
“Siddiquee, juga seorang penulis dan aktivis budaya, meninggal di tempat,” tambah pejabat itu.
Penegak hukum menunjuk ekstrimis sebagai pelakunya, karena ada kesamaan antara pembunuhan guru dan pembunuhan blogger dan aktivis sekuler di negara itu sejak tahun lalu.
Kepala Polisi Metropolitan Rajshahi, Komisaris Polisi Md Syamsuddin kepada wartawan setempat mengatakan cara pembunuhan itu mirip dengan kasus pembunuhan blogger.
Dengan kasus pembunuhan profesor ini menambah angka menjadi tujuh orang blogger dan aktivis sekuler tewas di Bangladesh sejak tahun lalu.
Seperti dilaporkan Xinhua, pada tanggal 6 April 2016, Nazimuddin Samad, 28 tahun, seorang mahasiswa hukum, Universitas Dhaka, di Jagannath, juga ditembak dan dibacok sampai mati oleh orang tak dikenal.



