Saksi Mata Tragedi Surabaya Membara: Korban Jatuh dari Viaduk karena Panik saat Kereta Melintas

Tragedi Surabaya Membara tewaskan tiga penonton/ Tribun

SURABAYA – Saksi mata di peringatan Hari Pahlawan di Kota Surabaya, Jawa Timur yang menewaskan tiga orangĀ  dan belasan lainnya luka-luka saat menonton drama kolosal Surabaya Membara, mengatakan korban jatuh karena panik.

Korban jatuh dari viaduk atau jalan kereta api yang ada di atas jalan raya yang terletak di Jalan Pahlawan, Surabaya, saat menonton drama diduga panik saat kereta melintas.

Seorang saksi mata, Sahluki menuturkan, banyak orang yang menonton Surabaya Membara dari viaduk di Jalan Pahlawan Surabaya.

Tiba-tiba, penonton drama kolosal di viaduk panik karena melihat kereta api datang. Masing-masing orang ingin menyelematkan diri.

“Di tengah kerumunan orang yang panik, putri saya terlepas dari genggaman ibunya,” kenang Sahluki.

Dia bersama istrinya, Liana, lantas terjatuh dari viaduk sempit setinggi 6 meter, karena terdorong para penonton lain yang ingin menyelamatkan diri. Ternyata, putrinya pun ikut terjatuh dalam insiden itu dan meninggal dunia.

Sementara Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan, tidak ada koordinasi dari pihak panitia saat kegiatan drama kolosal Surabaya Membara digelar.

“Kalau seandainya ada koordinasi, kami siap bantu dengan menurunkan petugas untuk mengamankan jalur kereta api yang ada di viaduk Jalan Pahlawan Surabaya,” kata Gatut di Surabaya, seperti dikutipĀ Antara, Sabtu (10/11/2018).

Dia mengatakan, jalur kereta api yang ada di viaduk merupakan jalur padat kereta api, sehingga selalu dilalui kereta, baik siang maupun malam.

Kereta api yang melintas di atas viaduk Jalan Pahlawan Surabaya pada Jumat (9/11/2018) malam menewaskan tiga orang dan belasan orang luka-luka.

 

Advertisement