
FILIPINA – Sedikitnya 11 tentara Filipina tewas oleh serangan udara pemerintah yang salah sasaran saat melakukan upaya untuk merebut kembali sebuah kota di selatan yang diduduki Maute.
Menteri pertahanan, menjanjikan penyelidikan atas insiden tersebut. “Sangat menyedihkan bisa membunuh pasukan kita sendiri,” kata Lorenzana. “Pasti ada kesalahan di suatu tempat, entah seseorang yang mengarahkan dari tanah, atau pilotnya.” tambahnya, dilansir Al Jazeera, Jumat (2/6/2017).
Dalam siaran pers yang terpisah, juru bicara militer Brigjen Restituto Padilla mengatakan angkatan bersenjata akan membentuk dewan penyelidikan untuk menyelidiki apakah insiden tersebut disebabkan oleh kegagalan peralatan atau kesalahan manusia.
Angkatan bersenjata Filipina telah menggunakan kombinasi operasi darat oleh tentara dan helikopter dalam melakukan penggerebekan udara untuk mencoba mengusir pemberontak Maute yang terkait dengan negara Islam Irak, yang telah menduduki sebagian wilayah Marawi selama delapan hari.




