Salut, Mahasiswa Hukum UGM Ini Nyambi jadi Kusir Andong

Ramdan Fauzi (21 tahun) warga Giwangan Umbulharjo Yogyakarta., jadi kusir Andong sepulang kuliah dari Fakultas Hukum UGM. Foto: KR

YOGYAKARTA – Puluhan andong nampak berbaris rapi di sisi sebelah barat Jalan Malioboro Yogyakarta. Sejumlah kusir nampak bersantai menunggu para wisatawan yang hendak menggunakan jasa mereka.

Dari sekian banyak kusir andong yang mayoritas berusia tua tersebut, nampak seorang pemuda di antaranya. Mengenakan blangkon, baju surjan, serta celana jins, ia terlihat begitu akrab mengobrol dengan kusir lain yang terpaut usia puluhan tahun dengannya.

Dia adalah Ramdan Fauzi (21 tahun) warga Giwangan Umbulharjo Yogyakarta. Ramdan merupakan salah satu kusir andong termuda yang biasa mangkal di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Sudah sejak 6 tahun terakhir, ia menjadi kusir andong. Bukan karena terpaksa, namun lebih karena kecintaannya pada kuda serta keinginannya melestarikan alat transportasi tradisional yang menjadi icon wisata kota Yogyakarta itu.

Mungkin tak banyak yang mengira, jika pemuda kelahiran 1995 ini, merupakan salah satu atlet olahraga kuda pacuan asal Jogja dengan berbagai prestasi luar biasa, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Selain tercatat sebagai mahasiswa semester II Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Ramdan juga menjadi satu-satunya joki yang membawa nama Kraton Yogyakarta dalam berbagai ajang lomba pacuan kuda.

“Sejak kecil saya memang sudah suka dengan kuda. Sejak umur 11 tahun (kelas 4 SD) saya sudah jadi jongki (penunggang kuda) resmi Kraton dibawah asuhan Gusti Yudho (GBPH Yudhoningrat). Saya masuk UGM juga dari beasiswa Kraton,” katanya.

Ramdan mengaku hanya menjadi kusir andong setiap akhir pekan saja. Yakni pada hari Sabtu dan Minggu, saat tak ada jadwal kuliah. Sementara pada hari biasa yakni Senin-Jumat ia lebih banyak berkutat dengan jadwal perkuliahan.

Sebagai Joki, nama Ramdan juga cukup diperhitungkan. Selain pernah menjadi Joki termuda dalam ajang lomba balap kuda internasional di Kualalumpur Malaysia, ia juga berhasil menggondol juara 4 dalam ajang itu. Dalam ajang Sea Games Singapura, tahun 2015 lalu, ia bahkan berhasil meraih juara 2 untuk kelas terbuka derby. Sementara di tingkat lokal, puluhan gelar juara telah ia koleksi selama menjadi Joki sekitar 10 tahun terakhir.

Dengan sederet prestasi dan pencapaian tersebut, mungkin terasa aneh mengetahui ia masih mau menjadi kusir andong wisata di kawasan Malioboro setiap akhir pekan. Lalu apa jawabannya?

“Memang banyak yang heran kenapa saya jadi kusir andong. Mulai dari teman, sampai dosen saya juga heran, bahkan ada yang meledek. Tapi bagi saya menjadi kusir andong itu menyenangkan. Toh saya juga tidak merugikan siapa-siapa,” katanya.

Lebih dari itu, Ramdan juga mengungkapkan keinginannya melihat lebih banyak anak muda seperti dirinya tak malu menjadi kusir andong. Sebab menurutnya, jika tak ada generasi penerus, nasib andong wisata di Jogja lama-kelamaan akan bisa hilang dengan sendirinya. – KRjogja.

Advertisement