JAKARTA – Rumah itu terlihat reyot. Atapnya terlepas, begitu juga dengan pintu dan jendelanya yang hanya ditutupi dengan anyaman bambu. Tanaman liar pun tumbuh merambat mengelilingi rumah. Meski rongsok namun itulah dia istana tempat bernaung Herman.
Sambil menahan kakinya yang sakit kakek berusia 87 tahun itu sehari-hari hanya bisa terbaring di gubuk yang terletak di Desa Mekar Jaya, Kedung Waringin, Bekasi. Keberadaan Herman baru diketahui khalayak setelah dirinya viral di media sosial.
Setelah mendapat banyak perhatian warga Herman akhirnya dirujuk ke RSUD oleh Jamkeswah untuk mendapat pengobatan lebih lanjut. Di RSUD Karawang, dengan suara dan kondisi yang masih lemah, Herman cerita mengenai keadaanya.
“Alhamdulillah ini sudah enakan,” ujar Herman sambil menunjukan luka yang ia derita karena tersiram air panas satu bulan lalu.

Luka tersebut ia dapatkan saat dirinya tengah berjualan kopi keliling dengan sepeda di Jakarta.
“Waktu itu sedang ada razia. Saya enggak takut, jadi saya tebalikin aja sepedanya, malah kesiram kaki saya sama air panas,” paparnya.
Herman mengaku bahwa dirinya sudah lama hidup sebatang kara. Istrinya telah lama meninggal, mereka juga tidak punya anak. Rumah yang ia tinggali juga merupakan peninggalan sang istri.
“Itu rumah almarhumah istri. Saya tinggal di sana tapi jarang pulang soalnya jualan kopi di Jakarta,” katanya.





