Sambut Idul Fitri Polri Gelar Operasi Ramadnia 2017

Ilustrasi mudik/ Antara

JAKARTA (KBK) – Menyambut perayaan hari raya Idul Fitri, Mabes Polri siap menggelar operasi Ramadnia (baca:ramadania) bertajuk kamusiaan di seluruh Polda dan Polres di Indonesia mulai H-10 lebaran.

Memurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen. Setyo Wasisto dalam operasi Ramadnia ini, Polri akan memprioritaskan 17 agenda dengan melibatkan sedikitnya 167.146 personil gabungan baik dari Polri, Dishub, Satpol PP, TNI, Dinkes dan relawan. “Berdasarkan Operasi Ramadnia tahun 2017, dibuat 17 perencanaan operasi tahun 2017 yang utamanya untuk membantu dan mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dan manusia saat mudik,” ujar Setyo di Mabes Polri, Rabu (31/5/2017).

Agenda pertama ialah Polri tetap memgantisipasi ancaman terorisme, kedua pencurian dengan kekerasan, termasuk perampokan nasabah bank, pencurian kendaraam bermotor. Berikutnya mengantisipasi kegiatan sweeping yang dilakulan ormas.

“Tidak boleh dilakukan oleh ormas karena ormas tidak memiliki hak untuk sweeping. Keluhan keamanan sampaikan saja ke Polri,” terangnya.

Keempat, antisipasi kecelakaan karena petasan. Polri melarang produksi, memperdagangkan dan mempermainkan petasan. Ini beda dengan kembang api yang daya ledaknya terukur. Selanjutnya kecelakaan lalu lintas. Baik transportasi laut, udara dan kereta api. “Yang perlu di antisipasi lain adalah kemacetan dalam konteks perpindahan manusia,” jelasnya.

Ketujuh, Polri menyiapkan antisipasi situasi penyebrangan di Ketapang – Gilimanuk dan Merak – Bakauheni. Kedelapan, antisipasi pembagian zakat dan sedekah.

“Mungkin ada yang ingin memberikan zakat kepada orang. Kalau tidak diatur akan jatuh korban karena berdesakan seperti tahun sebelumnya,” papar Setyo.

Antisipasi berikutnya yakni pawai keliling pada malam takbiran. Selanjutnya antisipasi gerakan intoleransi beragama, artinya pada saat masyarakat yang beragama Islam ingin solat Id mendapat gangguan dari kelompok yang tidak bertanggung jawab.

“Rumah kosong juga akan jadi prioritas, kami akan membuat iklan layanan masyarakat yang isinya mengingatkan langkah-langkah meninggalkan rumah saat mudik,” ucapnya

Kemacetan jalur wisata seperti puncak, Ancol, Ragunan dan TMII juga masuk ke dalam langkah antisipasi Polri dalam melayank masyarakat saat lebaran.

“Di nomorempat belas sampai tujuh belas kami fokus antisipasi laka laut, laka kereta api di jalur utara selatan, arus balik dan Kemacetan di ruas tol pejagan. Karena tahun ini kemacetan bakal diprediksi akan bergeser ke arah timur karena exit bergeser di Gringsing, Jateng,” bebernya.

Di luar itu Polri akan siap melakukan contra flow di ruas tol Jakarta-Cikampek secara situasional dan menyebar 3097 pos pengamanan, pos pelayanan, 7 pos terpadu dan 7 pos cek point untuk sepeda motor.

“Tugasnya menyaring penumpang dan muatan berlebih. Penumpang akan di naikan ke bus,” ujarnya.

Advertisement