TEHERAN – Banyak warga Iran menyalahkan pemerintah mereka sendiri atas sanksi AS, ditengah ketakutan mereka yanakan terdampak situasi ekonomi di negaranya terutama bagi warga miskin.
“Saya merasa seperti hidup saya dihancurkan. Situasi ekonomi sekarang berarti bahwa kelas pekerja harus mati,” kata Ali Paphi, seorang pekerja konstruksi, pada AFP.
“Sanksi sudah sangat mempengaruhi kehidupan orang. Saya tidak mampu membeli makanan, membayar sewa … Tidak ada yang peduli dengan pekerja.”
Banyak dampak dirasakan di minggu-minggu sebelum kembalinya sanksi, karena retorika agresif Presiden AS Donald Trump membuat investor ketakutan dan memicu berlanjutnya masalah ekonomi.
“Harga telah meningkat selama tiga atau empat bulan dan semua yang kami butuhkan menjadi sangat mahal, bahkan sebelum sanksi kembali,” kata Yasaman, seorang fotografer berusia 31 tahun di Teheran.
Seperti banyak di ibukota, ia percaya para pemimpin Iran akan dipaksa untuk kembali ke meja perundingan, seperti harapan Trump. “Saya berharap itu akan terjadi suatu hari nanti. Kebanyakan orang percaya para politisi harus minum ‘cangkir racun’ pada akhirnya,” kata Yasaman.





