Satu Lagi Vaksin Covid-19 yang Menjanjikan

Ilustrasi

INDUSTRI bioteknologi Amerika Serikat, Moderna, Inc. mengklaim, bakal vaksin yang sedang dikembangkannya memiliki efektivitas pencegahan  berkisar dari 90 hingga 94,5 persen sehingga diharapkan menjadi titik terang upaya pencegahan Covid 19.

Kabar baik tersebut  menyusul klaim sama sebelumnya pekan lalu oleh perusahaan patungan AS Pfizer dan BioNTech Jerman yang juga menyebutkan, bakal vaksin yang sedang diuji mereka memiliki khasiat  atau efikasi mencegah Covid-19 sampai 95 persen.

Sentimen positif, seperti dilaporan AFP (17/11) langsung direspons oleh pasar saham dengan terdongkraknya nilai saham Moderna, Inc, 9,6 persen dan mendorong pasar saham di Asia juga ikut naik antara satu sampai 2,59 persen.

Saham Taiwan (TAEX) naik 2,81 persen menjadi 13.593,01, Korsel (KOSPI) 2.539,15 (+2,57 persen), Singapura 2.778,00 (+2,44 persen), Jepang (NIKKEI) 26.014,62 (+1,93 persen), Thailand (SETi) 1.358,00 (+1,63 persen) dan Indonesia (JCI) 5.529,94 (+1,31 persen).

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,17 persen (17/11) setelah sehari sebelumnya mencapai level tertinggi sejak  diluncurkan pada 1987, sedangkan indeks MSCI World untuk saham global juga mencapai rekor tertinggi sehari sebelumnya. (16/11).

Kehadiran vaksin Covid-19 ditunggu-tunggu mengingat sejak terdeteksi di kota Wuhan, China, medio Desember lalu sampai kini sudah 55 juta lebih penduduk di 226 negara terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan sekitar 1,3 juta lebih diantaranya meninggal.

Selain Moderna dan Pfizer, sejumlah bakal  vaksin lainnya hasil pengembangan Institut Riset Gamaleya (Rusia), AstraZeneca dan Oxford University (Inggeris dan Swedia),Institut Biologi Wuhan dan Sinopharm (China), Sinovac Biotech(China) serta Institut Produk Biologi Beijing dan Sinopharm (China) juga sudah mencapai tahap III uji klinis.

Indonesia sendiri melalui PT Biofarma, Bandung bermitra dengan Sinovac, China mengembangkan vaksin dengan menyelesaikan uji klinis tahap III yang kedua kalinya, melibatkan masing-masing sekitar 1.600 relawan.

Jika seluruh rangkaian uji klinis berhasil, diharapkan awal Januari sudah bisa digunakan secara darurat (Emergency use authorization seizin Badan POM) untuk memvaksinasi sembilan juta orang.

Indonesia juga mempertimbangkan kemungkinan pengadaan vaksin buatan Moderna dan Pfizer, namun pengiriman dan penyimpanannya relatif mahal karena harus pada ruang ekstra dingin, minus 70 derajat Celcius.

Sementara Presiden Joko Widodo sendiri di berbagai kesempatan, mewanti-wanti agar Indonesia tidak terburu-buru melakukan vaksinasi sebelum keamanan dan  efektivitasnya dipastikan dan efek sampingnya nihil.

Sambil menanti kehadiran vaksin, program 3M (Menjaga jarak atau Menghindari Kerumunan, Mencuci Tangan dan Mengenakan Masker) adalah cara yang paling mudah dan efektif mencegah penyebaran virus. (AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

Advertisement