BALI – Puluhan orang pengungsi Gunung Agung di Klungkung harus mendapat perawatan medis dan dilarikan ke RSUD Klungkung pada Minggu (24/9/2017), dan satu orang telah dinyatakan meninggal dunia.
Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma, M.Ph., menjelaskan pasien yang menjalani rawat inap sebagian besar lansia. Namun sayang, satu pengungsi, Nengah Rianta (90) asal Perangsari Tengah, Selat Duda yang masuk, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU.
“Pasien kondisinya syok,” terangnya.
Jenazahnya dititipkan di rumah sakit dan Senin (25/9/2017) akan dibawa pulang ke kampung halamannya untuk dikubur.
Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni menjelaskan sesuai data sampai pukul 13.00, pengungsi yang mendapat perawatan dasar mencapai 3.168 orang.
Dari jumlah tersebut, 92 orang dirujuk ke RS untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 5 orang diantara menjalani rawat jalan dan 39 orang rawat inap.
“Kalau dilihat, pengungsi yang sakit terus bertambah setiap harinya,” ungkapnya, dilansir Balipost.
Pengungsi itu ada yang menderita infeksi saluran pernafasan, maag, dan hipertensi. Perubahan lingkungan menjadi pemicunya.





