Saudi Belum Juga Buka Pelabuhan di Yaman, Bantuan Kemanusiaan PBB Masih Terhambat

JENEWA – PBB pada hari Selasa (14/11/2017) kembali meminta koalisi pimpinan Saudi untuk membuka semua pelabuhan Yaman untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.

“Kami akan meminta agar koalisi membuka semua pelabuhan laut sebagai masalah darurat dan memungkinkan pasokan kemanusiaan dan perlengkapan lainnya untuk bergerak dan juga pekerja bantuan,” tegas Koordinator Resident and Humanitarian PBB Yaman Jamie McGoldrick di Jenewa, dilansir Anadolu.


Pada hari Senin, Riyadh mengatakan bahwa koalisi pimpinan Saudi akan membuka kembali pelabuhan-pelabuhan Yaman, beberapa hari setelah menutup mereka atas sebuah serangan rudal balistik yang dilaporkan dilakukan oleh pemberontak Houthi di ibukota tersebut.

Namun, pelabuhan Hodeidah di pesisir barat, dimana hampir 80 persen impor pangan Yaman telah lewat, masih ditutup.

Memperhatikan bahwa ada tiga minggu vaksin yang tersisa di negara ini, McGoldrick mengatakan “persediaan kemanusiaan sangat rendah”.

Ditambah bagian utara negara itu memiliki persediaan bensin dan bensin 10 hari selama 20 hari.

Awal bulan ini, koalisi pimpinan-Arab menutup akses ke pelabuhan Yaman menyusul serangan rudal balistik terhadap Riyadh oleh pemberontak Houthi. Koalisi tersebut berpendapat bahwa penutupan tersebut diperlukan untuk menghentikan senjata yang menjangkau pemberontak Houthi.

Pada hari Senin, ribuan orang Yaman turun ke jalan-jalan di ibukota Sanaa untuk memprotes penutupan pelabuhan negara tersebut oleh koalisi pimpinan-Arab.

Demonstrasi tersebut terjadi sehari setelah pemberontak Houthi mengancam akan menyerang kapal perang dan kapal tanker minyak dari koalisi pimpinan Saudi sebagai pembalasan atas blokade tersebut.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa lebih banyak warga sipil Yaman akan meninggal karena penutupan pelabuhan Yaman.

Yaman yang miskin tetap dalam keadaan perang sipil sejak tahun 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara tersebut, termasuk Sanaa.

Konflik meningkat ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran pada tahun 2015 untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan memperkuat pemerintah Yaman yang diperangi.

Advertisement