DUBAI – Perusahaan penerbangan Arab Saudi mengatakan pada hari Minggu (20/8/2017) bahwa pihaknya tidak dapat mengirim pesawat untuk mengangkut jemaah Qatar yang akan menunaikan ibadah haji karena tidakmemperoleh izin untuk mendarat di bandara Doha di tengah perselisihan diplomatik antara kedua negara.
Riyadh mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya akan memfasilitasi perjalanan Qatar yang akan melaksanakan ibadah haji, meski keduanya tengah dilanda krisis diplomatik setelah Arab Saudi menuduh Qatar mendanai terorisme.
Antara 2 juta sampai 3 juta umat Islam melakukan perjalanan ke Mekah setiap tahun untuk ibadah haji tahunan. Seiring dengan pembukaan kembali perbatasan daratnya dengan Qatar, Arab Saudi mengatakan pada hari Rabu bahwa Raja Salman telah memerintahkan pengiriman sebuah pesawat Arab Saudi Airlines untuk menerbangkan jemaah Qatar ke Jeddah dengan biaya sendiri sehingga mereka bisa pergi ke Mekkah, kota tersuci Islam.
Namun, penerbangan pertama belum bisa lepas landas dari Arab Saudi karena belum mendapat izin pendaratan di Doha, kata Saleh al-Jasser, direktur umum maskapai tersebut, menurut kantor berita negara Saudi SPA, seperti dikutip Reuters, Senin (21/8/2017).
Dia mengatakan bahwa perusahaan penerbangan tersebut telah mengajukan izin untuk mendarat beberapa hari yang lalu.
Sementara seorang pejabat dari Otoritas Penerbangan Sipil Qatar (CAA) menolak klaim yang dibuat oleh media di negara-negara yang memblokade bahwa Qatar telah menolak mengizinkan Saudi Airlines untuk menerbangkan jemaah Qatari.
“CAA menerima permintaan dari Saudi Airlines di mana mereka meminta untuk membawa jemaah Qatar, dan menjawab dengan menjelaskan bahwa mereka harus berkoordinasi dengan Kementerian Urusan Islam melalui Delegasi Haji Qatar mengenai masalah ini, sesuai dengan prosedur yang diikuti di masa lalu. Sehingga CAA dapat mengambil tindakan yang diperlukan dalam hal ini, “kata pejabat tersebut, yang menolak disebut namanya.





