ARAB SAUDI – Koalisi militer yang dipimpin oleh Saudi yang berperang melawan gerakan Houthi di Yaman mengatakan pada hari Senin (6/11/2017) bahwa pihaknya akan menutup semua pelabuhan udara, darat dan laut ke negara Semenanjung Arab untuk membendung aliran senjata ke Houthi dari Iran.
Langkah tersebut, menyusul pencegatan sebuah rudal yang ditembakkan ke ibukota Saudi, Riyadh pada hari Sabtu, yang kemungkinan akan memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.
“Komando Pasukan Koalisi memutuskan untuk sementara menutup semua pelabuhan udara, laut dan darat Yaman,” kata koalisi tersebut dalam sebuah pernyataan di kantor berita negara Saudi, SPA. Namun menurutnya pekerja bantuan dan pasokan kemanusiaan akan terus dapat masuk dan keluar dari Yaman.
Kantor berita negara Saba, yang dikelola oleh Houthi, mengutip sebuah sumber di peringatan angkatan laut melawan penutupan pelabuhan dan mengatakan akan memiliki, “konsekuensi bencana”.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi bantuan internasional telah berulang kali mengkritik koalisi karena menghalangi akses bantuan, terutama ke Yaman utara, yang dipegang oleh gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran yang memerangi koalisi pimpinan-Arab.
Arab Saudi dan sekutunya di Teluk Arab telah memperjelas bahwa mereka memandang Iran sebagai yang bertanggung jawab atas konflik Yaman, di mana lebih dari 10.000 orang telah terbunuh dalam dua tahun terakhir.




