JENEWA – PBB mengatakan bahwa keputusan Arab Saudi untuk menutup perbatasan udara, laut dan darat Yemen telah mencegah PBB mengirim bantuan ke negara yang dilanda perang tersebut.
“Tidak ada izin penerbangan yang diberikan untuk penerbangan kami hari ini. Kami memperkirakan ada dua penerbangan dan kapal tersebut ditahan untuk saat ini,” kata juru bicara PBB Farhan Haq.
Dia menambahkan bahwa pejabat PBB saat ini berusaha meyakinkan pihak Saudi untuk mengizinkan pengiriman bantuan ke Yaman, di mana sekitar tujuh juta orang menderita gizi buruk.
Pada hari Minggu, kerajaan tersebut mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup semua perbatasan udara, laut, dan darat Yaman, setelah Yaman menargetkan sebuah bandara internasional dekat ibukota Saudi.
Tentara Yaman pada hari Minggu, mengatakan bahwa mereka telah menargetkan Bandara Internasional Khalid Arab Saudi di Riyadh dengan rudal balistik jarak jauh Borkan H2.
Arab Saudi terus menggempur Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang merupakan sekutu setia rezim Riyadh. Lebih dari 12.000 orang terbunuh sejak awal kampanye lebih dari dua setengah tahun yang lalu. Sebagian besar infrastruktur negara Arab Peninsula, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik, telah menjadi puing akibat perang.
Arab Saudi terus menggempur Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang merupakan sekutu setia rezim Riyadh. Lebih dari 12.000 orang terbunuh sejak awal kampanye lebih dari dua setengah tahun yang lalu. Sebagian besar infrastruktur negara Arab Peninsula, termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik, telah menjadi puing akibat perang.




