BOGOR—South East Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) meminta negara-negara ASEAN tetap perhatikan warga etnis Rohingya. Mereka sudah satu tahun ini terdampar di Aceh, Indonesia dan sejumlah negara ASEAN lainnya.
Berdasar data SEAHUM, jumlah pengungsi Rohingya di akhir 2014 hampir mencapai 500 ribu yang tersebar di beberapa negara, termasuk negara anggota ASEAN seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Mereka mencari suaka, menyelamatkan diri dari pembantaian etnis mereka di Myanmar.
“Atas nama kemanusiaan, pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan harus membantu pengungsi Rohingya. Kami mendorong negara anggota ASEAN tetap membantu pengungsi Rohingya,” ujar Presiden Southeast Asia Humanitarian (SEAHUM), Imam Rulyawan di sela-sela Konferensi tentang Rohingya yang digelar SEAHUM dan Dompet Dhuafa, Rabu (18/5/2016) di Bogor.
Imam menuturkan, SEAHUM sebagai jejaring lembaga kemanusiaan di negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai program untuk membantu para pengungsi Rohingya. Program bergulir pada aspek kesehatan, pendidikan, suplai makanan, sanitasi, penampungan sementara, dan advokasi.
Respon membantu pengungsi Rohingya tersebut seperti dilakukan lembaga kemanusiaan anggota SEAHUM asal Indonesia seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat dan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU).
“Upaya kami selanjutnya yang lebih penting adalah advokasi dan menyelesaikan akar masalah terkait Rohingya ini. Kerja kolektif berbagai lembaga kemanusiaan di SEAHUM ini sebagai bentuk diplomasi kemanusiaan,” terang Imam.





