BOGOR— South East Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) menggelar konferensi internasional tentang Rohingya. Perhelatan ini terkait dengan satu tahunnya ribuan pengungsi Rohingya yang menetap di Indonesia.
Konferensi ini digelar 18-19 Mei 2016 di IPB Convention Center. Harapannya, konferensi ini dapat menjembatani para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam masalah Rohingya. Konferensi juga diharapkan dapat memperkuat kerjasama yang lebih baik antara berbagai lembaga kemanusiaan atas isu Rohingya.
“Kerja sama antara pemerintah and masyarakat sipil adalah faktor kunci untuk mengtasi masalah Rohingya. Mereka adalah keluarga kita,” ujar Imam Rulyawan, Presiden SEAHUM saat memberikan sambutan, Rabu (18/5/2016).
Dalam konferensi ini akan dibahas beberapa masalah yang berkaitan dengan isu-isu Rohingya, seperti memahami peluang dan tantangan untuk Rohingya setelah pemilihan umum di Myanmar. Juga dibahas peran negara-negara ASEAN untuk membantu pengungsi Rohingya dan cara membuat kerjasama yang baik dengan semua pemangku kepentingan di ASEAN untuk memecahkan masalah Rohingya.
“Pembiayaan kemanusiaan Islam akan menjadi topik yang menarik juga dalam konferensi ini. Mengingat bahwa dalam krisis kemanusiaan, pendanaan merupakan salah satu hal penting dan selalu dibutuhkan,” papar Imam yang juga Direktur Program Dompet Dhuafa ini.
Konferensi ini dihadiri oleh para pegiat kemanusiaan Dompet Dhuafa dari berbagai negara di Asia Tenggara dan akademisi di antaranya Bambang Suherman (Dompet Dhuafa), Hafidzi Mohd Noor (MyCare Malaysia) Heru Susetyo (PAHAM), Suryatno (Langsa Task Force, Aceh, Indonesia), dan Wai Wai Nu (Woman Peace Network, Arakan).





